“Lalu juga panjang penis itu ditentukan oleh bagaimana sih kesehatan tubuh kita. Khususnya ya, hati-hati kalau misalnya kita mengidap kondisi kegemukan alias obesitas sejak kita masih kecil hingga dewasa,” jelas dr. Jefry.
Ia kemudian menjelaskan bahwa masa pubertas merupakan salah satu periode penting dalam perkembangan organ reproduksi pria. Pada fase tersebut, perubahan hormonal turut berperan dalam proses pertumbuhan fisik.
Menurut dr. Jefry, obesitas berat saat pubertas dapat berkaitan dengan kadar testosteron yang lebih rendah. Kondisi hormonal tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan penis selama masa pertumbuhan.
“Karena gini, kita harus paham, pemanjangan penis paling cepat itu terjadi ketika kita menginjakkan usia puber. Tetapi kalau misalnya saat usia puber tubuh kita itu sangat gemuk, obesitas parah, maka yang terjadi hormon testosteronnya ini sering kali rendah. Alhasil, panjang penisnya tidak dapat berkembang,” pungkasnya.
Dengan demikian, ukuran penis tidak semata-mata berkaitan dengan faktor keturunan, tetapi juga dipengaruhi proses pertumbuhan dan kondisi kesehatan selama masa perkembangan, khususnya ketika memasuki pubertas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.