JAKARTA — Kekhawatiran mengenai keamanan obat ereksi, terutama terhadap kesehatan jantung, masih menjadi pertanyaan bagi sebagian pria lanjut usia. Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis andrologi sekaligus edukator kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa obat ereksi dapat digunakan dengan aman selama melalui pemeriksaan dan pengawasan dokter.
Melalui unggahan video di akun Instagram miliknya, dr. Jefry mengatakan kekhawatiran terhadap efek obat ereksi pada jantung merupakan hal yang cukup umum. Namun, menurutnya, keamanan penggunaan obat tersebut sangat bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing pasien.
“Kadang banyak pria lansia yang khawatir ya, kira-kira aman enggak nih kalau kita minum obat ereksi. Nanti jangan-jangan bisa masalah ke jantung,” kata dr. Jefry.
Ia menegaskan, obat ereksi tidak seharusnya dikonsumsi secara sembarangan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta rekomendasi dokter, khususnya dokter spesialis andrologi.
“Sebetulnya obat ereksi itu dia aman loh diberikan asalkan sesuai dengan pemeriksaan dan anjuran dari dokter, khususnya dokter andrologi,” jelasnya.
Berdasarkan pengalamannya menangani pasien lanjut usia dengan gangguan ereksi, dr. Jefry menyebut terapi yang diberikan setelah melalui evaluasi medis dapat memberikan hasil yang baik dengan efek samping yang relatif minimal.
“Saya sendiri pengalaman beberapa kali ya memberikan obat ereksi ke pria lansia, ditemukan hasilnya cukup baik, fungsi ereksinya sangat bagus dengan efek samping yang sangat minim sekali,” ungkap dr. Jefry.
Sebelum memberikan obat, dokter juga perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasien. Riwayat penyakit dan kondisi kesehatan tertentu menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah pasien dapat menjalani terapi tersebut.
“Karena ketika saya memberikan obat ereksi biasanya saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, saya lihat kira-kira kondisi lansia ini seperti apa, apakah ada kondisi yang perlu diperbaiki terlebih dahulu, lalu penyesuaian dari dosis obatnya,” terangnya.
Penyesuaian dosis menjadi salah satu bagian penting dalam terapi. Menurut dr. Jefry, pemberian obat berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi sekaligus meminimalkan risiko efek samping.
“Dengan kita melakukan penyesuaian yang tepat itu biasanya akan sangat membantu untuk memperbaiki fungsi ereksi,” tambahnya.
Dr. Jefry juga menyinggung anggapan bahwa obat ereksi selalu berbahaya bagi organ vital, termasuk jantung. Ia menjelaskan bahwa obat tersebut bekerja dengan membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke jaringan tubuh dapat menjadi lebih baik.
“Bahkan sebetulnya ya obat ereksi ini dia dapat menjaga kesehatan pembuluh darah kita dan fungsi jantung. Karena apa? Dia menjaga supaya aliran darahnya ini lebih melebar sehingga jaringan kita pun menjadi lebih sehat,” pungkas dr. Jefry.
Meski demikian, penggunaan obat ereksi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan setiap orang. Pemeriksaan dokter penting dilakukan sebelum mengonsumsi obat tersebut, terutama bagi pria lanjut usia atau mereka yang memiliki penyakit penyerta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.