ANGGAPAN bahwa konsumsi jamur kancing dapat memicu serangan asam urat masih marak di masyarakat. Tak ayal, makanan ini kerap dihindari.
Namun, apakah benar jamur kancing dapat memicu serangan asam urat? Ataukah pandangan itu hanya mitos semata?

Ternyata, jamur kancing penyebab asam urat hanyalah mitos belaka yang terlanjur dipercaya masyarakat luas. Fakta medis dan nutrisi menunjukkan bahwa bahan pangan populer ini tidak serta-merta menjadi dalang utama lonjakan kadar asam urat di dalam tubuh.
Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, dalam unggahan video di akun Instagramnya meluruskan kekeliruan persepsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa meski jamur mengandung zat purin, kadar purin di dalamnya tergolong moderat dan masih aman dikonsumsi sehari-hari oleh orang sehat.
“Apakah jamur menyebabkan asam urat? Ini salah satu mitos yang paling sering beredar. Jamur memang mengandung purin, tetapi jumlahnya tergolong sedang, jauh lebih rendah dibandingkan banyak jenis jeroan. Bagi orang sehat, konsumsi jamur dalam jumlah wajar umumnya bukan penyebab utama asam urat,” ujar Prof. Zulys.
Meski demikian, Prof. Zulys tetap mengingatkan pentingnya kontrol porsi bagi individu yang memang telah memiliki riwayat penyakit gout atau hiperurisemia. “
Yang perlu berhati-hati adalah orang dengan hiperurisemia atau gout, karena total asupan purin dari seluruh makanan tetap perlu diperhatikan,” tambah dia.

Selain meluruskan mitos asam urat, Prof. Zulys juga membeberkan bahwa jamur kancing menyimpan potensi nutrisi yang luar biasa. Anggapan skeptis bahwa jamur kancing tak memiliki gizi karena didominasi kandungan air terbukti kurang tepat.
Meski sekitar 90 persen komponennya adalah air, sisa 10 persen kandungan jamur kancing merupakan padatan bernutrisi tinggi.
“Benar bahwa kandungannya sekitar 90 persen jamur kancing adalah air, tapi justru 10 persen sisanya sangat padat nutrisi. Jamur kancing mengandung protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, dan ergothioneine, salah satu antioksidan alami paling kuat yang dikenal saat ini,” papar Prof. Zulys.
Di sisi lain, daya tahan alami jamur di ekosistemnya ternyata berbanding lurus dengan manfaatnya bagi kesehatan manusia. Senyawa pelindung yang diproduksi jamur sangat berguna untuk mendukung daya tahan tubuh dan menolak radikal bebas.
“Kenapa jamur bisa sehebat itu? Karena jamur menghasilkan berbagai senyawa pelindung untuk bertahan hidup di alam, salah satunya ergothioneine yang mampu membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan menguatkan imunitas tubuh,” ungkap dia.
Keunggulan lainnya dari jamur kancing adalah salah satu pangan fungsional terbaik juga diperkuat oleh bukti-bukti ilmiah terbaru. Berbagai riset menunjukkan keberadaan senyawa bioaktif di dalamnya yang berperan aktif sebagai agen antiinflamasi dan antioksidan.
“Penelitian menunjukkan jamur kancing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian terbaru tahun 2025 dari Molecular Nutrition & Food Research menemukan bahwa konsumsi jamur kancing mampu menjaga integritas dinding usus, menurunkan stres oksidatif, menekan peradangan, dan memperbaiki komposisi mikrobiota usus,” terang Prof. Zulys.
Kendati demikian, Prof. Zulys memberikan catatan ilmiah objektif terkait hasil riset laboratorium terkini. Maka dari itu, Prof. Zulys menekankan agar masyarakat menyikapi bahan makanan secara bijak tanpa perlu mengkultuskannya secara berlebihan. Jamur kancing hadir sebagai sajian lezat rendah kalori yang sangat ideal melengkapi pola hidup sehat harian.
“Pada uji in vitro terhadap tikus, jamur kancing membantu mempercepat pemulihan. Namun, belum dapat langsung disimpulkan memberikan efek klinis yang sama pada manusia,” tegas dia.
“Jamur kancing bukan makanan ajaib, juga bukan obat. Suplemen sumber nutrisi yang baik, rendah kalori, kaya antioksidan, dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menjadikannya salah satu pangan fungsional yang menarik untuk kesehatan. Jangan nilai makanan dari bentuknya. Jamur memang tidak punya otot, tetapi kandungan gizinya bisa membantu menjaga tubuh tetap kuat,” pungkas Prof. Zulys.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.