Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Gerakan Sederhana Bisa Cegah Keram saat Tidur

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2026 |10:05 WIB
2 Gerakan Sederhana Bisa Cegah Keram saat Tidur
Keram. (Foto: Freepik)
A
A
A

PERNAHKAH kamu merasa kaki atau betis kamu keram saat tidur hingga menimbulkan sakit dan membuat kamu bangun? Tentunya posisi tersebut sangat menjengkelkan.

Pasalnya, kamu tidak bisa bebas bergerak dan harus menahan rasa sakit di tengah rasa kantuk yang menerpa. Jika kamu pernah mengalami hal tersebut, sepertinya dua tips gerakan ini sangat cocok kamu lakukan.

Kram Kaki

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan Instagramnya membagikan dua tips gerakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kram biasanya disebabkan oleh kurang mineral. Saraf motorik saat itu mengirim sinyal ke otot secara berlebihan sehingga menimbulkan keram.

“Banyak yang belum tahu dua gerakan sebelum tidur ini bantu stop keram betis malam yang bikin melek meringis,” tulis dr. Cecep.

“Keram malam itu biasanya bukan soal kurang mineral kayak yang sering kita denger. Penyebabnya lebih ke saraf motorik yang ngirim sinyal ke otot secara berlebihan, apalagi pas otot lagi dalam posisi memendek — kayak posisi kaki nunjuk ke bawah semaleman waktu tidur. Peregangan sebelum tidur bikin otot betis & belakang paha gak dalam posisi sependek itu, jadi ototnya jadi lebih susah buat kejang,” jelas dia.

1. Standing Stretch

Gerakan pertama yang disarankan adalah Standing Stretch. Caranya gampang, kamu cukup meluruskan kaki dengan posisi berdiri, namun ujung tumit berada di atas kursi.

Lalu, regangkan kaki ke bagian bawah dan menahannya selama 10 detik. Kemudian, jeda selama 10 detik. Disarankan melakukan gerakan ini sebanyak tiga kali.

2. Sitting Strech

Gerakan kedua adalah Sitting Strech. Caranya, kamu meluruskan kaki dua duanya dengan posisi tungkai lurus ke depan.

Kemudian, bagian tungkai kaki tarik ke tubuh. Lakukan selama 10 detik lalu jeda selama 10 detik. Disarankan melakukan gerakan ini sebanyak tiga kali.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa gerakan tersebut hanyalah gerakan saampingan dan bukan pengganti obat atau konsultasi dokter.

“Efek bisa beda tiap orang. Info edukasi, bukan pengganti konsultasi dokter,” tegas dia.

 

Selain gerakan di atas, ada beberapa tips lain yang bisa dilakukan untuk mencegah keram. Di antaranya adalah tidak terlalu banyak diam. Sebab orang yang cenderung diam secara fisik biasnya sangat mudah terkena kram.

“Orang yang kurang gerak di siang hari cenderung lebih sering kena kram malam. Sempetin jalan atau gerak dikit, walau sebentar.Kalau kaki ketekuk ke bawah semaleman (misal ketutup selimut tebel sampe nunjuk), otot betis jadi lebih gampang kejang. Longgarin biar kaki bisa rileks,” tutur dr. Cecep.

Selain itu, usahakan jangan memaksakan otot untuk bekerja lebih. Jika otot terlalu lelah maka rentan kejang hingga akhirnya terjadi keram. Jika keram yang dirasakan disertai bengkak, kemerahan atau gejala lainnya kamu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

“Otot yang kecapean/kelelahan lebih rentan kejang. Abis aktivitas berat atau olahraga intens, kasih waktu pendinginan sebelum istirahat. Kalau kramnya sering banget, disertai bengkak/kemerahan yang gak hilang, atau nyerinya masih nempel lama meski ototnya udah gak kejang mending diperiksa langsung, biar dipastiin bukan karena hal lain,” pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement