Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Gejala Menopause yang Sering Diabaikan Perempuan, Jangan Anggap Sepele

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |20:10 WIB
4 Gejala Menopause yang Sering Diabaikan Perempuan, Jangan Anggap Sepele
4 Gejala Menopause yang Sering Diabaikan Perempuan, Jangan Anggap Sepele (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTAMenopause bukan sekadar berhentinya menstruasi. Perubahan alami ini juga memengaruhi keseimbangan hormon yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga kualitas hidup perempuan. Sayangnya, banyak gejala menopause masih dianggap sebagai tanda kelelahan biasa atau efek bertambahnya usia sehingga kerap diabaikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran mengenai menopause memang mulai meningkat. Semakin banyak perempuan yang terbuka membagikan pengalamannya, sehingga membantu orang lain mengenali tanda-tanda yang mungkin sedang mereka alami.

Apa Itu Menopause?

Dilansir dari laman womenhealthmag, menopause adalah fase ketika ovarium berhenti memproduksi hormon estrogen dan tidak lagi melepaskan sel telur. Kondisi ini ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen, umumnya terjadi pada perempuan berusia 45 tahun ke atas.

Sebelum memasuki menopause, perempuan biasanya mengalami perimenopause, yaitu masa transisi yang dapat berlangsung selama beberapa tahun. Pada fase ini, produksi hormon mulai menurun sehingga berbagai gejala mulai muncul.

Sementara itu, menopause yang terjadi sebelum usia 45 tahun dikenal sebagai menopause dini. Jika berhentinya fungsi ovarium terjadi sebelum usia 40 tahun, kondisi tersebut disebut Primary Ovarian Insufficiency (POI) atau insufisiensi ovarium primer.

Risiko menopause dini lebih tinggi pada perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, pernah menjalani histerektomi, menjalani kemoterapi atau radioterapi, maupun memiliki penyakit autoimun seperti diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit celiac.

Gejala Menopause yang Perlu Diwaspadai

Gejala menopause dapat berbeda pada setiap perempuan, baik dari jenis maupun tingkat keparahannya. Pada sebagian orang, keluhan hanya berlangsung beberapa tahun, tetapi pada yang lain bisa bertahan lebih lama.

Berikut beberapa gejala yang sebaiknya tidak diabaikan.

1. Siklus Menstruasi Mulai Berubah

Salah satu tanda paling awal perimenopause adalah perubahan pola menstruasi. Siklus bisa menjadi tidak teratur, lebih pendek, lebih panjang, atau bahkan berhenti selama beberapa bulan sebelum kembali lagi.

Perubahan ini terjadi karena produksi estrogen mulai menurun sehingga memengaruhi siklus hormonal.

Jika menstruasi berubah secara signifikan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Kekurangan estrogen yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

2. Kekeringan pada Vagina

Kadar estrogen yang menurun juga membuat jaringan vagina menghasilkan lebih sedikit cairan pelumas alami.

Akibatnya, vagina terasa lebih kering, gatal, atau tidak nyaman, terutama saat berhubungan intim.

Meski kondisi ini juga dapat dipicu oleh faktor lain, seperti penggunaan obat tertentu atau menyusui, kekeringan vagina merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami perempuan menjelang menopause.

3. Hot Flashes dan Keringat Malam

Sensasi panas yang muncul secara tiba-tiba pada wajah, leher, atau dada menjadi salah satu gejala menopause yang paling umum.

Keluhan ini, yang dikenal sebagai hot flashes, sering disertai kemerahan, berkeringat, hingga jantung berdebar.

Pada malam hari, kondisi tersebut dapat menyebabkan keringat berlebih sehingga mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya.

4. Perubahan Suasana Hati dan Sulit Berkonsentrasi

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Sebagian perempuan mengalami perubahan suasana hati, mudah cemas, lebih sensitif, hingga merasa sedih tanpa sebab yang jelas. Selain itu, tidak sedikit yang mengeluhkan kesulitan berkonsentrasi atau mudah lupa, yang sering disebut sebagai brain fog.

Gejala ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik.

Jangan Abaikan Gejalanya

Menopause merupakan proses alami yang dialami setiap perempuan, tetapi gejalanya tidak boleh dianggap sepele. Penurunan kadar estrogen dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti osteoporosis, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan mental.

Karena itu, apabila mengalami perubahan menstruasi atau gejala lain yang mengarah pada menopause, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus menjaga kualitas hidup selama memasuki masa menopause.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement