JAKARTA – Hubungan seksual yang awalnya penuh gairah bisa berubah terasa biasa saja seiring berjalannya waktu. Rutinitas, tekanan hidup, hingga masalah kesehatan dapat membuat momen intim tidak lagi memberikan kepuasan seperti sebelumnya.
Kondisi tersebut ternyata cukup umum dialami banyak pasangan. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Sex Research, sebanyak 27 persen perempuan dan 41 persen laki-laki mengaku tidak puas dengan kehidupan seksual dalam hubungan mereka. Penyebabnya beragam, mulai dari aktivitas sehari-hari yang padat hingga gangguan kesehatan fisik maupun mental, sebagaimana dikutip dari Healthline.
1. Terjebak dalam Rutinitas
Kesibukan bekerja, mengurus rumah, maupun merawat anak sering kali menyita energi pasangan. Akibatnya, waktu untuk membangun keintiman semakin berkurang dan hubungan seksual dilakukan hanya sebagai rutinitas.
Selain minimnya waktu berkualitas, melakukan pola hubungan intim yang sama secara terus-menerus juga dapat mengurangi antusiasme. Tanpa variasi atau komunikasi mengenai kebutuhan masing-masing, gairah seksual perlahan bisa memudar.
2. Masalah Kesehatan Memengaruhi Hasrat Seksual
Beberapa kondisi medis diketahui dapat memengaruhi kualitas kehidupan seksual. Salah satunya adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang dapat menyebabkan perubahan libido.
Sebagian orang dengan ADHD memiliki dorongan seksual yang tinggi, sementara lainnya justru mengalami penurunan minat terhadap aktivitas seksual. Perbedaan hasrat tersebut bisa memicu ketegangan apabila tidak dikomunikasikan dengan baik.
Selain itu, rasa nyeri saat berhubungan intim juga menjadi penyebab umum seseorang menghindari seks. Bila kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa penanganan, pasangan bisa merasa diabaikan atau tidak lagi diinginkan.
3. Gangguan Kesehatan Mental
Kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kepuasan seksual. Depresi, gangguan kecemasan, hingga insomnia dapat menurunkan gairah sekaligus memengaruhi kualitas hubungan dengan pasangan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa semakin berat gejala depresi yang dialami seseorang, semakin rendah pula tingkat kepuasan seksualnya. Sementara itu, kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi seksual dan membuat tubuh kehilangan energi untuk berhubungan intim.
Apabila Anda mulai merasa kehidupan seksual berubah, cobalah mengajak pasangan berdiskusi secara terbuka. Komunikasi yang dilakukan dengan tenang dan tanpa saling menyalahkan dapat membantu menemukan penyebab utama dari masalah tersebut.
Anda bisa memulai percakapan dengan mengungkapkan bahwa ada perubahan yang dirasakan dalam hubungan, menanyakan apakah pasangan sedang menghadapi kendala tertentu, atau menyampaikan keinginan untuk kembali membangun kedekatan emosional.
Dengan saling terbuka, pasangan akan lebih mudah mencari solusi bersama sehingga hubungan tetap harmonis dan kehidupan seksual pun bisa kembali memuaskan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.