Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gairah Seks Bisa Turun karena Rokok, Laki-Laki Wajib Tahu!

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2026 |02:06 WIB
Gairah Seks Bisa Turun karena Rokok, Laki-Laki Wajib Tahu!
Gairah Seks Bisa Turun karena Rokok, Laki-Laki Wajib Tahu! (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Merokok selama ini lebih sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, paru-paru, hingga kanker. Namun, kebiasaan tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan seksual, termasuk menurunkan gairah bercinta dan meningkatkan risiko gangguan fungsi reproduksi, terutama pada pria.

Dikutip dari Healthline, nikotin merupakan zat adiktif utama dalam rokok maupun rokok elektronik. Selain menyebabkan ketergantungan, nikotin juga dapat memengaruhi gairah seksual secara tidak langsung karena berdampak pada aliran darah, keseimbangan hormon, dan fungsi saraf.

Meski demikian, efeknya bisa berbeda pada setiap orang. Salah satu dampak utama nikotin adalah menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kondisi tersebut membuat aliran darah ke organ reproduksi menjadi kurang optimal. Pada pria, hal ini dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Sementara pada wanita, penyempitan pembuluh darah dapat menurunkan sensitivitas organ intim dan mengurangi lubrikasi alami saat berhubungan seksual.

Pengaruh Nikotin ke Gairah Seks

Selain itu, nikotin juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam fungsi seksual. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merokok berkaitan dengan perubahan kadar hormon reproduksi.

Dari sisi psikologis, nikotin memang kerap dianggap dapat membantu mengurangi stres. Karena itu, sebagian orang beranggapan bahwa merokok mampu meningkatkan gairah seksual.

Padahal, efek tersebut hanya bersifat sementara dan lebih berkaitan dengan berkurangnya gejala putus nikotin, bukan karena meningkatnya libido secara nyata.

Dalam jangka panjang, kebiasaan merokok justru berisiko menimbulkan gangguan fungsi seksual, baik pada pria maupun wanita. Kondisi ini terutama dipicu oleh kerusakan pembuluh darah yang menghambat aliran darah menuju organ reproduksi.

Sebaliknya, berhenti merokok dapat membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah secara bertahap. Banyak mantan perokok mengalami peningkatan sirkulasi darah dan kondisi kesehatan secara keseluruhan setelah menghentikan kebiasaan tersebut, yang pada akhirnya juga berdampak positif terhadap fungsi seksual.

Meski demikian, proses pemulihan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta lamanya kebiasaan merokok.

Apabila penurunan gairah seksual atau gangguan fungsi seksual berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pasalnya, penyebab kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan nikotin, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh penyakit tertentu, efek samping obat, maupun faktor psikologis.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement