Lebih lanjut, dr. Jefry menyoroti anggapan sebagian pria yang menjadikan squirting sebagai tolok ukur keberhasilan memuaskan pasangan. Menurutnya, persepsi tersebut justru dapat memberikan tekanan psikologis pada wanita.
Akibatnya, tidak sedikit wanita yang merasa dirinya bermasalah atau tidak mampu memuaskan pasangan hanya karena tidak mengalami squirting saat berhubungan intim.
"Masalahnya kadang wanita sering stres kalau laki-lakinya justru menuntut, 'Kok kamu enggak squirting, belum puas ya?' Wanitanya akhirnya merasa terbebani. Jangan-jangan tubuhku rusak ya? Padahal tidak. Itu merupakan hal yang normal," tutur dr. Jefry.
Karena itu, ia menegaskan bahwa tujuan utama hubungan seksual bukanlah mengejar squirting. Menurutnya, pengalaman seksual yang sehat dan memuaskan tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya fenomena tersebut.
"Makanya kalau berhubungan seksual bukan berarti tujuan utamanya harus squirting, belum tentu. Akhirnya itu yang sering bikin wanitanya memalsukan, pakai kencing lah, segala macam lah," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.