Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Warisan Budaya, Gunung Kawi Beri Pengalaman Wisata Religi dengan Keindahan Alam

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2026 |15:05 WIB
Jadi Warisan Budaya, Gunung Kawi Beri Pengalaman Wisata Religi dengan Keindahan Alam
Gunung Kawi. (Foto: dok Instagram/gunungkawistory)
A
A
A

JAKARTA - Nama Gunung Kawi belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya tempat ziarah religi tersebut belakangan ramai dikaitkan dengan isu pesugihan salah satu artis ternama.

Menanggapi hal tersebut, pengelola wisata religi Gunung Kawi akhirnya buka suara lewat pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @gunungkawistory. Dalam unggahan tersebut, pengelola menegaskan bahwa Gunung Kawi sejak puluhan tahun lalu dikenal sebagai tempat berdoa, berziarah, dan bersyukur.

Bukan seperti stigma yang selama ini beredar di media sosial. “Sebagai tempat berdoa, bukan tempat yang ditakuti,” tulis akun tersebut mengawali pernyataannya.

Mereka menjelaskan, jauh sebelum era media sosial dipenuhi berbagai narasi sensasional, Gunung Kawi sudah lebih dulu menjadi destinasi wisata religi. Ribuan peziarah disebut datang membawa doa, harapan, dan rasa syukur. 

Kehadiran mereka juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang bunga, pemilik warung, penginapan, hingga sopir angkutan.

“Di sinilah nilai-nilai luhur tetap terjaga, diwariskan, dan terus hidup dari generasi ke generasi. Bagi kami, Gunung Kawi bukanlah kisah yang dibuat-buat. Gunung Kawi adalah rumah,” tulisnya.

Namun pengelola menyebut, citra Gunung Kawi perlahan berubah seiring berkembangnya media sosial. Mereka menilai ada sebuah konten yang mengejar sensasi yang kemudian dipercaya masyarakat dibanding sejarah panjang serta nilai budaya yang sebenarnya dimiliki kawasan tersebut.

“Lalu muncul satu anggapan yang terus diulang: ‘Gunung Kawi adalah tempat pesugihan.’ Sebagai masyarakat yang lahir dan besar di sini, kalimat itu selalu terasa berat,” lanjut pernyataan tersebut.

Pihak pengelola membantah Gunung Kawi sebagai tempat pesugihan. Namun mereka juga tidak menutup kemungkinan ada pihak luar yang memanfaatkan nama Gunung Kawi untuk kepentingan tertentu.

Pengelola juga menegaskan bahwa yang mereka jaga selama ini adalah budaya, sejarah, dan warisan leluhur. Melalui klarifikasi tersebut, mereka berharap masyarakat dapat melihat Gunung Kawi secara lebih utuh, bukan hanya dari narasi yang berkembang di media sosial.

“Sudah saatnya cerita tentang Gunung Kawi ditulis kembali. Bukan dengan kemarahan, melainkan dengan kejujuran. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk mengajak semua orang melihat Gunung Kawi dari sudut pandang yang lebih utuh,” tulis akun resmi tersebut.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement