Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Longevity Makin Populer, Pola Makan Jadi Kunci Hidup Sehat dan Panjang

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 05 Juli 2026 |09:10 WIB
Tren Longevity Makin Populer, Pola Makan Jadi Kunci Hidup Sehat dan Panjang
Tren longevity atau gaya hidup yang berfokus pada hidup lebih sehat dan berumur panjang mulai mendapat perhatian di Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Tren longevity atau gaya hidup yang berfokus pada hidup lebih sehat dan berumur panjang mulai mendapat perhatian di Indonesia. Konsep ini tidak hanya menekankan pengobatan saat sakit, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan sehat sejak dini, salah satunya melalui pola makan.

Pendiri Borderless Healthcare Group, Dr. Wei Siang Yu, mengatakan masih banyak kebiasaan hidup yang kurang sehat di masyarakat Indonesia, terutama terkait pola konsumsi makanan.

Menurutnya, masyarakat Indonesia masih gemar mengonsumsi makanan tinggi lemak, seperti gorengan. Selain itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan organ tubuh melalui asupan makanan bergizi juga dinilai masih rendah.

"Jadi, bagaimana mereka melindungi tubuh mereka, terutama organ-organ tubuh, mungkin orang Indonesia belum begitu mengetahuinya. Dari sisi makanan, misalnya, masih banyak yang mengonsumsi gorengan. Terkadang gaya hidupnya juga sedikit berbeda," kata Dr. Wei saat ditemui di Jakarta Selatan.

Karena itu, ia menilai tren gaya hidup sehat yang mulai berkembang di Indonesia perlu diperkuat dengan penerapan mindset longevity, yaitu pola pikir untuk menjaga kesehatan agar dapat hidup lebih lama dan tetap berkualitas.

Menurutnya, konsep longevity bukan hanya berfokus pada pengobatan ketika seseorang sudah sakit, melainkan mendorong masyarakat menjaga kesehatan sejak awal sebagai investasi di masa depan.

"Bukan hanya memikirkan apa yang dilakukan ketika sudah sakit. Sebelum sakit pun, kita harus memikirkan umur panjang secara menyeluruh, menua dengan sehat, dan hidup lebih lama. Jadi, ini waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan Longevity 5.0 di Indonesia," ujarnya.

Konsep Longevity

Dr. Wei menjelaskan bahwa konsep longevity di Indonesia masih tergolong baru. Namun, penerapannya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memilih makanan yang lebih sehat atau menerapkan konsep longevity food.

Sebagai contoh, menurutnya, makanan favorit masyarakat seperti nasi Padang dapat dimodifikasi menjadi versi yang lebih ramah bagi kesehatan dengan memilih lauk yang lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasa khasnya.

Ia bahkan menilai istilah seperti "Longevity Nasi Padang" dapat lebih menarik perhatian masyarakat dibandingkan sekadar menggunakan istilah rendah lemak (low fat).

"Kalau orang mendengar low-fat nasi Padang dibanding Longevity Nasi Padang, mungkin mereka akan lebih tertarik dengan istilah longevity karena terdengar sebagai konsep baru," jelasnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan tradisi jamu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurut Dr. Wei, bahan-bahan herbal dalam jamu secara alami mengandung peptida (peptides) yang bermanfaat bagi tubuh.

Dengan dukungan para dokter, chef, dan ahli gizi, konsep longevity food dinilai berpotensi menjadi tren baru dalam penerapan gaya hidup sehat.

"Kita orang Indonesia sejak dulu sudah terbiasa minum jamu. Padahal, karena berbahan dasar herbal, jamu juga mengandung peptida yang baik bagi tubuh," tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Wei menekankan bahwa gaya hidup sehat hanya dapat dijalankan secara konsisten apabila berasal dari motivasi diri sendiri. Menurutnya, anjuran dokter saja belum tentu cukup untuk mengubah kebiasaan seseorang.

"Kalau hanya dokter yang berbicara, mungkin orang hanya mengiyakan saat di klinik. Tetapi masyarakat juga perlu mendengar dari chef favorit atau ahli gizi, sehingga mereka tahu bagaimana memasak makanan sehat yang tetap enak dan menarik," paparnya.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat membuat masyarakat lebih menikmati makanan sehat tanpa merasa terbebani.

"Dengan begitu, masyarakat bisa lebih menikmati makanan sehat karena mereka tahu makanan itu sehat, rasanya enak, dan tetap menarik," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement