Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Asal Panaskan Ulang Makanan Ini! Bisa Jadi Berbahaya buat Tubuh

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2026 |09:00 WIB
Jangan Asal Panaskan Ulang Makanan Ini! Bisa Jadi Berbahaya buat Tubuh
Ilustrasi memanaskan makanan sisa. (Foto: dok Freepik/valeria_aksakova)
A
A
A

JAKARTA - Menghangatkan makanan sisa semalam memang sudah jadi rutinitas praktis bagi banyak orang. Selain bisa menghemat waktu, cara ini juga ampuh untuk mencegah buang-buang makanan. Tinggal masukkan ke microwave atau kompor sebentar, makanan hangat pun siap disantap.

Namun, tahu nggak, sih? Di balik kepraktisan ini, ternyata ada bahaya yang mengintai kalau tak hati-hati. Proses pemanasan ulang bisa mengubah struktur kimia di dalam makanan. Bagi beberapa jenis bahan makanan, perubahan ini justru bisa memicu masalah pada pencernaan.

Sederet Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan 

Melansir Wellness Corner, berikut adalah makanan-makanan yang dilarang untuk dipanaskan ulang.

1. Nasi

Beras mentah sering kali mengandung spora dari bakteri Bacillus cereus. Ketika nasi sudah matang dan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, spora ini bisa aktif dan berkembang biak.

Memanaskannya kembali belum tentu bisa menghilangkan racun yang sudah diproduksi oleh bakteri tersebut. Sebaiknya, segera simpan nasi di dalam kulkas setelah dingin dan pastikan kamu memanaskannya secara menyeluruh hingga mencapai suhu minimal 74°C.

2. Daging Ayam

Daging ayam sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa bertahan dari proses memasak pertama jika penyimpanannya setelah matang tidak dilakukan dengan benar. Saat memanaskan ayam, pastikan suhunya benar-benar panas merata (minimal 74°C) untuk membunuh sisa bakteri.

3. Bayam dan Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam kaya akan kandungan nitrat alami. Masalahnya, jika dipanaskan ulang, nitrat ini bisa berubah menjadi nitrit, lalu bertransformasi lagi menjadi nitrosamina. Senyawa ini bersifat karsinogenik alias berpotensi memicu kanker.

4. Minyak Goreng yang Sudah Dipakai

Memanaskan minyak goreng secara berulang-ulang, terutama minyak yang tinggi lemak tak jenuh, bisa memicu proses oksidasi. Hal ini akan menghasilkan radikal bebas yang berisiko menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada jaringan tubuh.

5. Telur

Memanaskan telur, khususnya telur rebus, bisa melepaskan senyawa sulfur. Selain menimbulkan aroma yang kurang sedap, pemanasan ulang juga bisa merusak tekstur dan mengubah rasa asli telur.

6. Kentang

Kentang yang dipanaskan kembali bisa mengalami perubahan pada struktur patinya. Jika kentang matang tidak langsung disimpan di kulkas dan dibiarkan begitu saja, ada risiko pertumbuhan bakteri atau munculnya zat solanin yang bisa memicu mual serta muntah.

7. Jamur

Jamur memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri. Jika kamu terpaksa harus memanaskannya, pastikan prosesnya dilakukan secara menyeluruh dan segera habiskan setelah dipanaskan.

8. Buah Bit (Beetroot)

Sama seperti bayam dan sayuran hijau, buah bit juga mengandung kadar nitrat yang tinggi. Memanaskannya kembali akan mengubah nitrat menjadi zat nitrit yang kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Risiko Kesehatan di Balik Memanaskan Makanan

Ada bahaya yang mengintai kesehatanmu jika kamu memanaskan ulang makanan yang sudah disebutkan di atas, antara lain:

  • Pertumbuhan Bakteri: Ada yang disebut zona bahaya suhu makanan, yaitu antara 4°C hingga 60°C. Di rentang suhu ini, bakteri bisa berkembang biak dengan sangat cepat. Kalau proses pemanasan ulang tidak mencapai suhu yang cukup tinggi, bakteri tersebut tidak akan mati dan bisa memicu keracunan makanan.
  • Hilangnya Nutrisi: Memanaskan makanan secara berulang-ulang bisa merusak kandungan vitamin dan mineral di dalamnya yang sensitif terhadap suhu panas.
  • Munculnya Senyawa Berbahaya: Beberapa jenis makanan bisa menghasilkan senyawa baru yang berbahaya bagi tubuh jika dipanaskan kembali, contohnya seperti akrilamida yang memicu peradangan.

Tips Aman Mengonsumsi Makanan Sisa

Supaya tetap bisa menikmati makanan sisa dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut:

  • Gunakan Microwave dengan Benar: Saat menghangatkan makanan di microwave, aduk dan bolak-balik makanan secara berkala. Cara ini berguna agar panasnya merata dan tidak menyisakan bagian dingin tempat bakteri bersembunyi. Pastikan juga menggunakan wadah khusus yang aman untuk microwave (microwave-safe).
  • Panaskan di Atas Kompor: Menghangatkan makanan di atas kompor memberikan kontrol suhu yang lebih baik. Gunakan api sedang dan aduk secara berkala. Metode ini sangat cocok untuk makanan berkuah seperti sup atau semur.
  • Tambahkan Bahan Segar: Kamu bisa menyiasati hilangnya nutrisi dengan menambahkan bahan makanan segar setelah makanan selesai dihangatkan. Misalnya, beri taburan herba segar, sayuran baru, atau sedikit perasan jeruk lemon untuk meningkatkan cita rasa dan kandungan gizinya.
  • Jangan Memasak Terlalu Matang di Awal: Untuk meminimalkan hilangnya nutrisi sejak awal, masaklah makanan dengan tingkat kematangan yang pas (tidak berlebihan). Hal ini juga mengurangi keharusan untuk memanaskannya terlalu lama di kemudian hari.

Hemat dan praktis itu penting, tapi kesehatan tubuh tentu tetap jadi nomor satu. Mulai sekarang, yuk lebih bijak lagi dalam mengolah dan menghangatkan makanan sisa di rumah!

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement