JAKARTA - Banyak orang ingin menurunkan berat badan, tetapi sering terkendala waktu dan kesibukan sehingga sulit menjalani olahraga secara rutin. Padahal, menurut binaragawan sekaligus influencer kesehatan Ade Rai, ada cara sederhana yang bisa membantu proses pembakaran lemak dan dapat dilakukan sejak beberapa menit setelah bangun tidur.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Ade Rai menjelaskan bahwa waktu setelah bangun tidur merupakan salah satu momen yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk membakar lemak secara lebih optimal melalui aktivitas fisik ringan.
“Jadi sekali lagi nomor satu, saya izin kalau berkenan, teman-teman, kalau boleh langsung gerak aktivitas,” kata Ade Rai.
Ia menjelaskan, tubuh manusia tetap bekerja dan menggunakan energi saat tidur. Apalagi jika seseorang mengonsumsi makanan sebelum tidur, tubuh akan terus memproses makanan tersebut selama beberapa jam hingga cadangan energi mulai berkurang saat pagi hari.
“Alasannya yang sering saya katakan, kita tidur antara 6 sampai 8 jam. Meskipun sebelum tidur kita makan, badan kita membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 4 sampai 6 jam untuk mencerna makanan dan akhirnya menggunakan cadangan makanan lain untuk memberikan kita tenaga. Makanya kenapa kita bangun pasti alasannya karena badan bilang, ‘Sudah kosong energinya dan saya minta makan’,” jelasnya.
Selain itu, rasa lapar saat baru bangun tidur juga dipengaruhi oleh peningkatan kadar gula darah akibat hormon kortisol atau hormon stres yang biasanya muncul sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 pagi. Menurut Ade, kondisi tersebut justru bisa dimanfaatkan untuk membantu proses penurunan berat badan.
Caranya adalah dengan langsung bergerak atau melakukan aktivitas fisik setelah bangun tidur tanpa terburu-buru mengonsumsi makanan. Saat tubuh membutuhkan energi tetapi belum mendapat asupan makanan, tubuh akan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Karena itu, menunda makan sejenak setelah bangun tidur dan diiringi aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak.
“Sebenarnya teman-teman sekalian, setiap hari kita dipersembahkan yang namanya zona bakar lemak. Di mana badan kita diberikan kesempatan untuk menggunakan kecerdasannya memakai alternatif sumber energi lain dari lemak sebagai cadangan energi kita. Makanya pagi bangun langsung gerak,” tutur Ade Rai.
Namun, ia menegaskan metode ini bukan berarti seseorang harus melewatkan sarapan. Sarapan tetap bisa dilakukan setelah aktivitas fisik selesai atau ketika fase pembakaran lemak dirasa sudah optimal.
“Kalau seandainya di kurun waktu sekitar jam 7 atau jam 8 habis aktivitas gerak tadi, gerak itu bisa berarti non-exercise activity thermogenesis (NEAT). Misalnya cuci piring, beres-beres rumah, cuci mobil, meeting, atau aktivitas lainnya, silakan saja,” ujarnya.
Ade juga menyarankan agar makanan pertama yang dikonsumsi tidak didominasi karbohidrat. Menurutnya, makanan tinggi karbohidrat dapat memicu lonjakan gula darah yang membuat rasa lapar kembali muncul lebih cepat.
Sebagai gantinya, ia merekomendasikan konsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak sehat untuk menjaga kestabilan energi.
“Nah, atau tentunya olahraga ya. Nah, kalau habis olahraga atau mau masukin makanan, masukinnya hanya protein dan lemak saja. Karena protein dan lemak tidak memberikan lonjakan gula darah yang terlalu drastis dan tinggi, yang menyebabkan terjadinya roller coaster energi yang saya sering bilang,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.