Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Bahaya Masturbasi Tiap Hari, Tubuh Gampang Lelah hingga Mudah Cemas

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2026 |02:05 WIB
6 Bahaya Masturbasi Tiap Hari, Tubuh Gampang Lelah hingga Mudah Cemas
6 Bahaya Masturbasi Tiap Hari, Tubuh Gampang Lelah hingga Mudah Cemas (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Masturbasi umumnya merupakan aktivitas seksual yang normal dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Namun, jika dilakukan terlalu sering hingga mengganggu rutinitas sehari-hari, kebiasaan ini dapat berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis seseorang.

Berbagai mitos kerap mengaitkan masturbasi dengan kemandulan atau gangguan seksual permanen. Faktanya, sebagian besar anggapan tersebut tidak didukung bukti ilmiah. Meski demikian, masturbasi yang dilakukan secara berlebihan tetap dapat menimbulkan sejumlah efek yang mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup. Berikut beberapa dampak yang dapat muncul jika masturbasi dilakukan terlalu sering dilansir dari laman Miracleshealth.

Bahaya Terlalu Sering Masturbasi

1. Tubuh Mudah Lelah

Setelah orgasme, tubuh melepaskan sejumlah hormon yang berkaitan dengan rasa rileks dan kantuk. Karena itu, sebagian orang dapat merasa lemas atau mengantuk setelah masturbasi.

Jika dilakukan berkali-kali dalam sehari, kondisi tersebut berpotensi membuat tubuh terasa kurang bertenaga, terutama bila disertai kurang tidur, stres, atau pola hidup yang tidak sehat.

2. Sensitivitas Organ Intim Berkurang

Kebiasaan masturbasi dengan tekanan atau gesekan yang terlalu kuat dapat membuat sensitivitas penis menurun untuk sementara waktu.

Akibatnya, sebagian pria mungkin membutuhkan rangsangan yang lebih kuat untuk mencapai orgasme atau mengalami kesulitan mendapatkan sensasi yang sama saat berhubungan intim dengan pasangan. Kondisi ini umumnya dapat membaik setelah frekuensi masturbasi dikurangi.

3. Memengaruhi Kondisi Psikologis

Masturbasi tidak menyebabkan gangguan mental. Namun, pada sebagian orang, kebiasaan ini dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu, atau cemas, terutama jika bertentangan dengan nilai pribadi maupun lingkungan sosialnya.

Perasaan tersebut dapat berdampak pada kepercayaan diri dan kenyamanan emosional apabila terus berlarut-larut.

4. Berisiko Menjadi Kebiasaan Kompulsif

Ketika masturbasi digunakan sebagai pelarian dari stres, kesepian, atau kebosanan secara terus-menerus, perilaku ini dapat berkembang menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sulit mengurangi atau menghentikan kebiasaan tersebut.
  • Tetap melakukannya meski mengganggu pekerjaan atau aktivitas penting.
  • Merasa gelisah ketika tidak dapat melakukannya.

Pada kondisi seperti ini, yang menjadi masalah bukan aktivitas seksualnya, melainkan pola perilaku yang mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

5. Menyebabkan Iritasi pada Kulit

Gesekan yang terlalu sering dapat menyebabkan iritasi ringan pada area genital. Keluhan yang mungkin muncul antara lain:

  • Kemerahan.
  • Kulit terasa perih.
  • Pembengkakan ringan.
  • Kulit menjadi kering atau sensitif.

Mengurangi frekuensi serta menjaga kebersihan area genital dapat membantu mencegah masalah ini.

6. Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Jika dilakukan secara berlebihan, masturbasi dapat menyita waktu dan memengaruhi rutinitas harian. Dampaknya bisa berupa:

  • Pola tidur yang terganggu.
  • Menurunnya produktivitas belajar atau bekerja.
  • Berkurangnya interaksi sosial.
  • Sulit fokus pada aktivitas lain.

Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan seksual dan aktivitas sehari-hari.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement