Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Duck Syndrome, Begini Gejalanya!

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 25 Mei 2026 |13:06 WIB
Apa Itu Duck Syndrome, Begini Gejalanya!
Ilustrasi duck syndrome. (Foto: dok Freepik/vwalakte)
A
A
A

JAKARTA - Duck Syndrome atau sindrom bebek pertama kali dicetuskan oleh Stanford University. Kondisi psikologis datang dari mahasiswa yang bertahan dari tekanan lingkungan yang kompetitif, tapi justru yang ditampilkan adalah kepribadian yang santai. Hal ini dianalogikan seperti bebek yang terlihat tenang berada di kolam, padahal kakinya tengah mengayuh di bawah permukaan air untuk mempertahankan agar tubuhnya tetap stabil.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Mayapada Hospital Kuningan dr. Elli Misnawati, Sp.KJ menjelaskan tentang fenomena Duck Syndrome ini. Menurutnya, Duck Syndrome terlihat dari penampilan sehari-hari, di mana orang tersebut tampak sangat tenang, terlihat tidak punya masalah, bahkan mungkin mempunyai prestasi atau karier yang cukup baik dan bahkan mempunyai kehidupan yang sempurna.

“Tapi pada kenyataannya secara internal mereka mengalami suatu atau beberapa gejala psikologis yang berpotensi untuk menyebabkan suatu gangguan psikiatrik di kemudian harinya,” ucapnya.

Kenali Gejala Duck Syndrome

Gejala Duck Syndrome bisa dikenali sejak dini. Dokter Elli menyebut, ada beberapa gejala yang umum ditemukan di masyarakat, antara lain:

1. Kompetitif

Punya keinginan yang kuat untuk melakukan kompetisi dengan orang lain. “Ia selalu ingin tampil lebih baik daripada orang lain, sehingga ia akan seperti mencari sebuah validasi atau berusaha untuk menampilkan citra diri yang sempurna di publik,” ucap dr. Elli.

2. Muncul Rasa Cemas 

Dokter Elli juga menyampaikan, “gejala lainnya dari Duck Syndrome yaitu sering sekali timbul rasa cemas, khawatir, dan sedih ya.” 

“Perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan lainnya akan muncul ketika melihat pencapaian orang lain. Itu mungkin dianggap melebihi dirinya sendiri atau dia melihat kehidupan orang lain itu lebih baik daripada dirinya sendiri,” tuturnya.

3. Rasa Lelah Berkepanjangan

Dokter Elli juga memaparkan, orang yang mengalami Duck Syndrome akan muncul rasa lelah berkepanjangan, karena ia akan selalu berusaha untuk memenuhi ekspektasi mereka. 

Itulah, sekilas mengenai gejala Duck Syndrome. Fenomena ini kerap terjadi dalam lingkungan pertemanan dan di semua kalangan. 

Sebagian dari masyarakat, mungkin pernah mengalami Duck Syndrome, di mana ingin selalu merasa terlihat tenang, namun rapuh di dalam. Tenang, setiap orang wajar jika harus tidak baik-baik saja. Istirahat sejenak dari media sosial mungkin sedikit menenangkan kegelisahanmu. 

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement