Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kronologi Lengkap Munculnya Kasus Hantavirus di Jakarta, Kontak Erat di Kapal Pesiar MV Hondius

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |05:05 WIB
Kronologi Lengkap Munculnya Kasus Hantavirus di Jakarta, Kontak Erat di Kapal Pesiar MV Hondius
Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Freepik)
A
A
A

KRONOLOGI munculnya kasus Hantavirus di Jakarta menarik diulas. Diketahui, kasus ini muncul usai adanya orang yang melakukan kontrak erat di kapal pesiar MV Hondius.

Kini, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) pun memantau secara ketat kontak erat kasus Hantavirus tersebut. Dipastikan juga, virus ini tidak mudah menular antarmanusia seperti COVID-19.

Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kemenkes Pastikan Aman Terkendali

1. Kronologi Munculnya Kasus Hantavirus

Dilansir dari laman resmi Kemenkes RI, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan kasus Hantavirus yang sedang ditangani di Jakarta ini berasal dari kontak erat seorang warga negara asing (WNA) yang sempat berada di kapal luar negeri. Pemerintah bergerak cepat setelah menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026.

Sehari berselang, pada 8 Mei, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. Pasien pun menjalani isolasi.

Hingga saat ini, hasil pemeriksaan terhadap seluruh kontak erat menunjukkan hasil negatif. Namun, pasien tetap diisolasi guna melewati masa inkubasi.

Pemerintah pun menetapkan masa pemantauan selama dua minggu. Hal ini sudah dilakukan sejak 8 Mei 2026.

 

2. Penyebaran Hantavirus

Apakah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Jilid 2 seperti Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Secara klinis, penyakit yang disebabkan oleh Orthohantavirus ini umumnya menular melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan curut. Penularan bisa terjadi, baik melalui gigitan maupun paparan cairan tubuh (air liur, urin, feses).

Terdapat dua jenis manifestasi klinis utama. Pertama, ada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dengan masa inkubasi 1-2 minggu.

Lalu kedua, ada Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Namun, sampai saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk Hantavirus. Alhasil. penanganan dilakukan secara simtomatis dan suportif berdasarkan gejala yang muncul.

Menkes Budi pun memastikan varian Hantavirus yang beredar di Indonesia berasal dari varian Asia dengan tingkat kematian (case fatality rate) antara 5 hingga 15 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan yang menyerang paru-paru dengan risiko kematian mencapai 50-60 persen.

“99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,” tutup Menkes Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari laman resmi Kemenkes.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement