Gaya rambut bob sepertinya pantas disebut sebagai salah satu hairstyle paling populer. Belakangan kembali viral dan hits di sejak awal 2025.
Ada beberapa alasan mengapa gaya rambut bob belakangan kembali viral di 2025. Jika menengok jauh ke belakang, gaya rambut ini juga memiliki sejarah yang panjang.
Berikut akan diulas Okezone, merangkum dari beberapa sumber, Rabu (12/3/2025).
1. Tren di Media Sosial: Banyak selebriti, influencer, dan kreator konten membagikan transformasi rambut bob mereka di TikTok, Instagram, dan YouTube.
2. Mudah Dirawat: Potongan bob lebih praktis dibanding rambut panjang, tetapi tetap terlihat stylish.
3. Fleksibel dan Cocok untuk Banyak Wajah: Ada berbagai variasi bob (bob pendek, long bob, blunt bob, bob layer, dll.) yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah dan gaya pribadi.
4. Efek Lebih Fresh dan Muda: Banyak orang merasa lebih segar dan modern setelah memotong rambut menjadi bob.
5. Pengaruh Influensi Selebriti: Artis dan figur publik sering tampil dengan gaya bob, membuatnya semakin diminati.
Potongan atau gaya rambut bob tidak mendadak populer dalam semalam. Jika melihat ke belakang, tren potongan bob menjadi hits di era 1920-an, berkat sosialita dan pelukis bernama Zelda Fitzgerald.
Pada masa itu, Zelda memukau banyak orang lewat gaya bob keriting yang dipotong rapi sebatas bahu.
Bob disebut sebagai cara perempuan untuk menunjukkan keberanian dan kemandirian, juga keluar dari standar kecantikan kuno. Dengan gaya rambut ini, perempuan tak lagi harus bersikap ‘manis’ sesuai patron yang selama ini disematkan.
Meski sempat ditentang oleh kaum konservatif pada masa itu, kini gaya rambut bob menjelma jadi powerful hairstyle yang jadi favorit para tokoh dunia.
Seperti Anna Wintour, Michelle Obama, Tsai-Ing wen, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang jadi kebanggaan Indonesia. Semua terlihat anggun dan cantik dengan potongan bob sederhana!
Gaya rambut bob pertama kali diperkenalkan oleh seorang penata rambut asal Prancis bernama Antoine de Paris pada tahun 1909. Inspirasi gaya ini berasal dari gaya rambut Joan of Arc, yang dianggap sebagai simbol keberanian dan pembebasan wanita.
Pada tahun 1920-an, gaya bob menjadi sangat populer di kalangan wanita muda, terutama dengan munculnya gerakan flapper di Amerika Serikat dan Eropa. Para wanita flapper memilih rambut bob sebagai simbol kebebasan dari norma sosial tradisional yang mengharuskan wanita memiliki rambut panjang.
Gaya rambut bob kembali populer di tahun 1960-an berkat ikon fashion seperti Vidal Sassoon, seorang penata rambut terkenal asal Inggris. Ia memperkenalkan versi bob yang lebih tajam dan geometris, yang kemudian menjadi tren di kalangan selebriti dan wanita profesional.
Saat ini, rambut bob terus berevolusi dengan berbagai variasi, seperti long bob (lob), blunt bob, wavy bob, dan banyak lagi. Model ini tetap menjadi pilihan populer karena fleksibilitasnya yang bisa disesuaikan dengan berbagai bentuk wajah dan gaya hidup.
(Kemas Irawan Nurrachman)