Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jarum Tertinggal di Kemaluan Sejak Persalinan, Wanita Ini Menanggung Rasa Sakit Selama 18 Tahun

Farah Syahida , Jurnalis-Senin, 11 November 2024 |11:55 WIB
Jarum Tertinggal di Kemaluan Sejak Persalinan, Wanita Ini Menanggung Rasa Sakit Selama 18 Tahun
Jarum tertinggal di kemaluan pasca persalinan. (Foto: SCMP/Pavena Foundation)
A
A
A

Operasi pasca melahirkan biasanya dilakukan untuk memperbaiki luka setelah proses persalinan. Namun, bagi seorang wanita asal Thailand, operasi tersebut justru berujung pada sebuah kejadian yang tak terduga.

Seorang wanita berusia 36 tahun asal Narathiwat, Thailand, mengejutkan publik dengan kondisi yang dialaminya. Bagaimana tidak, ia mengungkapkan bahwa sebuah jarum secara tidak sengaja tertinggal di dalam tubuhnya saat ia melahirkan 18 tahun lalu, dan menyebabkannya mengalami rasa sakit luar biasa selama bertahun-tahun hingga sekarang.

Pengungkapan mengejutkan ini disampaikan pada 5 November melalui situs resmi Pavena Foundation for Children and Women, yang merupakan sebuah lembaga nirlaba di Thailand dengan fokus untuk membantu korban kekerasan, termasuk pemerkosaan, pelecehan, dan perdagangan manusia.

Merangkum dari SCMP, Senin (11/11/2024), peristiwa ini bermula ketika wanita tersebut menjalankan oprasi pasca melahirkan 18 tahun lalu, saat proses penjahitan, petugas medis tanpa sengaja menjatuhkan jarum ke dalam vaginanya dan tidak bisa mengambil jarum itu kembali.

Demi mencegah pendarahan yang terjadi secara terus menerus, mereka akhirnya memutuskan untuk langsung menjahitnya tanpa mengambil jarum yang tertinggal. Sejak saat itu, wanita tersebut sering mengalami nyeri di perut bagian bawah yang sangat menyiksa.

Setelah hasil rontgen menunjukkan adanya jarum di vaginanya satu tahun lalu, ia dirujuk ke rumah sakit di provinsi Songkhla untuk menjalani operasi pengangkatan. Namun, karena posisi jarum yang sering berpindah, operasi tersebut harus ditunda, dan ia perlu menjalani pemeriksaan medis empat kali sebulan untuk memantau posisi jarum berada.

Meskipun biaya pengobatannya ditanggung oleh asuransi, wanita tersebut masih harus menanggung biaya transportasi dari Narathiwat ke rumah sakit di provinsi Songkhla. Karena sedang mengalami kesulitan ekonomi, ia meminta bantuan kepada Pavena Foundation. Menanggapi hal ini, yayasan tersebut berkoordinasi dengan rumah sakit setempat dan jaminan sosial untuk memastikan biaya transportasi dan akses perawatan yang memadai.

 

Respons rumah sakit terkait insiden ini masih belum jelas. Belum ada informasi apapun mengenai kemungkinan tuntutan hukum yang diajukan oleh pihak korban. Namun, insiden ini memicu gelombang kemarahan di media sosial, di mana banyak pengguna internet mendesak agar pihak medis yang bertanggung jawab diberikan sanksi tegas.

“Dia harus menuntut kompensasi atas penderitaan selama 18 tahun ini,” tulis seorang netizen.

“Perhatian pada detail sangat penting dalam tugas apa pun. Kelalaian ini tak bisa dibiarkan begitu saja,” komentar seorang netizen

(Qur'anul Hidayat)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement