Tank - tank itu memang sengaja dikerahkan begitu pasukan Belanda mencium adanya pergerakan pasukan pejuang TRIP. Apalagi saat itu memang pasukan pejuang berjaga untuk menghindari serangan pasukan Belanda di kawasan sekitar markas TRIP.
"35 orang itu nggak ada yang selamat. Satu pejuang kita terlindas tank, beliau itu namanya Susanto, dari Batalyon 5000 TRIP," tutur dia.
Eko menambahkan, pasca pertempuran di kawasan Oro-oro Dowo itu, para pejuang yang gugur langsung dimakamkan di sekitar lokasi, tak jauh dari markas pejuang pasukan TRIP di Jalan Salak. Kini makam para pahlawan TRIP itu dijadikan Monumen dan Taman Makam Pahlawan TRIP, yang ada di Jalan Pahlawan TRIP, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang.
"Semuanya 35 pasukan itu akhirnya diperintahkan di makamkan satu lubang, yang sekarang jadi Makam Pahlawan TRIP itu," tandasnya.
(Leonardus Selwyn)