Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Andre Taulany Ceraikan sang Istri, BKKBN Ungkap Penyebab Angka Perceraian Meningkat

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |13:00 WIB
Andre Taulany Ceraikan sang Istri, BKKBN Ungkap Penyebab Angka Perceraian Meningkat
BKKBN ungkap penyebab angka perceraian meningkat. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

PUBLIK digegerkan dengan keputusan komedian senior Andre Taulany yang menggugat cerai sang istri, Rien Wartia Trigina usai 18 tahun membina rumah tangga.

Sebelumnya, netizen juga dihebohkan dengan kabar perceraian adik Raffi Ahmad, Nisya Ahmad dengan Andika Rosadi. Padahal keduanya terlihat akur dan jauh dari gosip keretakan rumah tangga.

Lantas apa yang menyebabkan para artis ini memutuskan untuk bercerai?

Ketua Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DR. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menjelaskan angka perceraian di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini pun sangat berkaitan dengan angka pernikahan dan angka Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan wanita ikut menurun.

Dokter Hasto mengungkap bahwa berdasarkan data yang dia peroleh, salah satu faktor yang menyebabkan perceraian meningkat yaitu perbedaan pendapat yang kecil tapi kronis.

Perceraian

“Jadi ada datanya perceraian itu sebab utamanya apa. Mayoritas ya sebab utama perceraiannya adalah perbedaan pendapat suami istri yang kecil-kecil tapi kronis ya,” kata dr. Hasto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan arti dari kronis itu karena hal tersebut terjadi secara terus-menerus hingga membuat pasangan suami istri menjadi tidak satu tujuan dan memutuskan untuk berpisah.

Berangkat dari hal yang kecil, ternyata bisa menimbulkan perpecahan yang besar. Baginya perdebatan kecil yang kronis terjadi karena kedua belah pihak kurang dewasa, sehingga tidak bisa memaklumi satu sama lain.

Tak cuma itu, imbas dari ketidakdewasaan itu juga membuat egoisme dalam diri menjadi meningkat. Terlebih adanya pengaruh internet yang pesat membuat setiap pasangan menjadi hidup di dunianya masing-masing.

“Jadi dengan era internet of thing, kemudian cenderung hidup di alamnya sendiri misalnya begitu ya. Ketika egoismenya itu meningkat maka kemudian kurang mampu memaklumi orang lain, ini satu kenyataan ya,” ujar dr. Hasto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement