Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Ungkap Warna Mata Baru yang Paling Langka di Dunia Setelah Hijau, Apa itu?

Lulu Az Zahra , Jurnalis-Kamis, 18 Juli 2024 |18:00 WIB
Ilmuwan Ungkap Warna Mata Baru yang Paling Langka di Dunia Setelah Hijau, Apa itu?
Warna mata paling langka di dunia. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SECARA historis, ada empat warna mata utama yang dikenal banyak orang yaitu coklat, biru, hazel, dan hijau. Orang dengan mata biru atau hijau yang tajam telah lama dianggap sebagai warna mata yang paling langka.

Biasanya, orang yang memiliki warna mata tersebut sering mendapat lebih banyak pujian dibandingkan mereka yang memiliki mata coklat atau warna mata lainnya yang lebih umum. Hanya sekitar dua persen dari populasi global yang memiliki warna mata biru atau hijau ini.

Kelangkaan inilah yang membuat individu dengan mata hijau dapat mengklaim status unik dibandingkan dengan mereka yang memiliki mata biru, cokelat, atau warna mata yang lebih gelap. Namun, temuan ilmiah terbaru telah memperkenalkan pesaing baru pada kategori warna paling langka.

Melansir dari vt pada Kami (18/7/2024), para ilmuwan mengungkapkan bahwa pesaing baru dalam kategori warna mata yang paling langka tersebut adalah warna abu-abu. Kini, mereka mengkategorikan mata abu-abu sebagai warna yang berbeda dari biru. Sebelumnya, mata abu-abu dianggap sebagai bagian dari warna biru. Oleh karena itu, perubahan klasifikasi ini telah mempengaruhi hierarki kelangkaan warna mata.

Mata abu-abu

Menurut VeryWell Health, mata cokelat adalah yang paling umum karena dimiliki oleh 55 hingga 79 persen populasi global. Mata biru menyusul dengan jumlah sekitar delapan hingga 10 persen. Sedangkan, mata cokelat mencakup 10 persen populasi dan berasal dari nenek moyang yang sama.

Di Amerika Serikat, mata biru lebih umum terjadi, mencakup sekitar 27 persen dari populasi, sedangkan mata cokelat hanya dimiliki sekitar 18 persen. Namun, mata abu-abu, yang baru-baru ini dipisahkan dari kategori mata biru sangat langka dengan jumlah yang kurang dari satu persen dari populasi Amerika dan global.

Mata abu-abu dan biru sering disalahartikan karena kandungan melaninnya yang rendah dan sifat penyerapan cahaya yang serupa. Sekedar informasi, produksi melanin dan pigmen pada iris dapat mempengaruhi warna mata secara signifikan.

Oleh karena itu, tingkat melanin yang tinggi dalam iris mata cenderung menghasilkan warna mata yang lebih gelap, sementara tingkat melanin yang rendah cenderung menghasilkan mata yang lebih terang. Namun, warna spesifik mata ditentukan oleh jenis-jenis melanin yang berbeda.

Eumelanin, pigmen hitam-cokelat, bertanggung jawab atas penggelapan mata, rambut, dan kulit. Di sisi lain, Pheomelanin, pigmen kuning-merah, berkontribusi pada warna mata seperti hijau atau kuning, serta rambut merah dan bintik-bintik pada wajah.

Selain itu, lokasi geografis juga berperan dalam warna mata. Orang yang tinggal di daerah jauh dari garis khatulistiwa cenderung memiliki warna mata dan kulit yang lebih terang. Sedangkan mereka yang tinggal di daerah lebih hangat dan dekat dengan garis khatulistiwa umumnya memiliki warna mata dan kulit yang lebih gelap.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement