Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karyawan Ngeyel Tolak Berhijab, Iran Tutup Paksa Kantor Turkish Airlines

Janila Pinta , Jurnalis-Sabtu, 13 Juli 2024 |09:08 WIB
Karyawan <i>Ngeyel</i> Tolak Berhijab, Iran Tutup Paksa Kantor Turkish Airlines
Pesawat Turkish Airlines (Foto: Instagram/@turkishairlines)
A
A
A

KANTOR maskapai penerbangan Turkish Airlines di Iran ditutup paksa oleh polisi setempat usai karyawan wanitanya menolak mengenakan hijab. Tindakan pegawai tersebut dinilai menentang hukum yang berlaku di negara tersebut.

Melansir ABC News, insiden penutupan ini terjadi di kantor Turkish Airlines di Teheran, ibu kota Iran. Kepolisian mendatangi kantor tersebut pada Senin, 8 Juli 2024 lalu untuk memberikan peringatan pertama menyangkut ketidakpatuhan terhadap jilbab oleh anggota karyawan kantor tersebut, demikian lapor kantor berita Tasnim.

Polisi terpaksa menutup kantor maskapai tersebut lantaran para karyawan yang merupakan warga Iran disebut menimbulkan masalah bagi pihak berwajib. 

Awalnya, hanya bertujuan untuk memberi peringatan, tetapi polisi memutuskan untuk menutup kantor itu sementara karena perilaku para pegawainya.

Kantor maskapai penerbangan yang berasal dari Turki itu baru diperbolehkan dibuka dua hari kemudian atau tepatnya Rabu. Namun, hal itu belum terkonfirmasi resmi oleh kepolisian setempat. 

Polisi akan tetap menutup paksa atau menghentikan operasional bisnis apapun jika kedapatan tidak mematuhi aturan penggunaan hijab. Sebelum melakukan penutupan, teguran secara tegas akan tetap dilayangkan secara prosedural.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Iran dilaporkan telah menutup ratusan bisnis di negeri seribu mullah itu. Mulai dari toko, restoran, hingga apotik dan kantor juga ditutup lantaran diam-diam memperbolehkan pekerja wanitanya tak mengenakan hijab.

Jaksa Teheran Ali Salehi menyatakan tidak ada proses hukum dan keputusan yang dikeluarkan terkait penyegelan kantor Turkish Airlines di ibu kota tersebut, demikian pernyataan kepada kantor berita IRNA.

Iran dan Turki sendiri diketahui sudah menjalin hubungan baik pada tahun 2023. Volume perdagangan bilateral antara kedua belah pihak bahkan mencapai miliaran dolar. Warga Iran juga menjadikan Turki sebagai destinasi wisata populer, dengan 2,5 juta warga Iran yang berkunjung ke Turki pada tahun 2023.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement