Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya mencukupi Kebutuhan Gizi Anak, Salah Satunya Cegah Anemia

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 20 Mei 2024 |22:00 WIB
Pentingnya mencukupi Kebutuhan Gizi Anak, Salah Satunya Cegah Anemia
Pentingnya mencukupi kebutuhan gizi anak. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

MENURUT Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Indonesia melonjak hingga 3,05 persen pada Maret 2024, meningkat dibandingkan Desember 2023 sebesar 2,61 persen. Tentunya peningkatan inflasi tersebut berdampak pada sosial ekonomi keluarga yang menyebabkan menurunnya daya beli pangan.

Kondisi inflasi menjadi tantangan bagi para Bunda untuk bisa tetap mencukupi kebutuhan nutrisi anak sambil mengatur keuangan rumah tangga. Terlebih lagi, berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas),harga bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, telur dan daging ayam juga terus mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, pada 2024 ini para Bunda disarankan untuk lebih berhemat saat berbelanja tanpa harus mengurangi kebutuhan pangan sehat untuk anak, terutama terkait kebutuhan protein hewani. Para Bunda perlu memahami bahwa asupan bergizi bukan hanya sekadar karbohidrat yang membuat kenyang, tetapi juga nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembang anak seperti protein, zat besi, dan nutrisi penting lainnya.

Dokter Gizi Klinik, Dr. dr. Luciana Budiati Sutanto, MS, Sp.GK mengatakan anak-anak Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan utama di Indonesia seperti anemia. Padahal, pada lima tahun pertama kehidupannya, anak harus tercukupi nutrisinya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang lengkap nutrisi.

Gizi anak

"Anjuran makan dengan gizi lengkap dinyatakan oleh pemerintah melalui pedoman gizi seimbang, yang terdiri dari bahan makanan sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah,” ucap dr. Luciana, dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (20/5/2024).

"Zat besi merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga kecerdasan otak. Oleh karena itu, penting sekali bagi para Bunda untuk tetap memprioritaskan gizi anak secara optimal di periode emas agar menjadi anak generasi maju," tuturnya.

Lebih lanjut dr. Luciana mengatakan zat besi bisa didapatkan dari berbagai makanan misalnya, daging merah, kerang-kerangan, ikan, hati, kacang kedelai, kacang-kacangan, dan susu yang diperkaya zat besi.

"Makanan yang kaya akan zat besi dapat membantu mencegah anemia defisiensi besi pada anak balita. Selain itu, untuk meningkatkan penyerapan zat besi di usus, dapat dibantu dengan adanya vitamin C. Berdasarkan berbagai penelitian didapatkan penyerapan zat besi dalam tubuh meningkat hingga dua kali lipat dengan adanya vitamin C," tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement