Lalu, hal sepele yang kerap dilakukan pasien saat melakukan pemeriksaan tekanan darah adalah posisi tubuh yang tidak tegak dan kaki yang cenderung menyilang. Dr.Tunggul menyarankan agar tidak melakukan hal tersebut karena juga bisa menganggu keakuratan hasil pemeriksaan.
Lalu, agar hasil pemeriksaan hipertensi semakin akurat, sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali saja, namun hingga dua sampai tiga kali dengan mengambil hasil angka pemeriksaan rata-rata.
“Kemudian, yang tidak kalah penting, posisinya kaki tidak boleh disilangkan. Harus menginjak ke lantai. Dan ini (badan) harus tegak. Baru nanti diukurnya kalau kita lihat, kalau di rumah sebenarnya tidak boleh sekali mengukurnya,” ujarnya.
“Mengukur tekanan darah hanya sekali pasti salah. Dua atau tiga kali, berselang satu sampai dua menit. Dan diambil rata-ratanya. Kalau ada angka yang jomplang, katakanlah paling tinggi atau paling rendah, itu buang saja. Begitulah caranya mengukur (tekanan darah) dengan baik dan benar,” katanya.
(Leonardus Selwyn)