Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Gizi: Jangan Minum Obat Diet Sembarangan, Bisa Muncul Masalah Ginjal

Devi Pattricia , Jurnalis-Minggu, 19 Mei 2024 |15:00 WIB
Dokter Gizi: Jangan Minum Obat Diet Sembarangan, Bisa Muncul Masalah Ginjal
Dokter gizi imbau jangan minum obat diet sembarangan, (Foto: Freepik)
A
A
A

PUNYA bentuk tubuh yang ideal, sesuai pas dengan tinggi badan dan juga sehat menjadi impian banyak orang. Baik pria maupun wanita berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan tubuh yang ideal.

Tak heran, demi tubuh langsing masih banyak orang yang tergiur pada produk obat-obatan diet demi bisa menurunkan berat badan. Bahkan tak jarang, banyak orang yang asal melakukan program diet tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh.

 BACA JUGA:

Dokter Spesialis Gizi dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK menjelaskan bahwa pada sebagian besar kasus, banyak orang yang memilih untuk mengurangi porsi makan menjadi lebih sedikit.

 BACA JUGA:

Namun mereka tidak memperhatikan berapa banyak kalori yang keluar di dalam tubuh. Hasilnya? Tubuh menjadi lemas dan mudah lelah karena asupan nutrisinya tidak sesuai dengan kalori yang dikeluarkan.

“Meski pun diet tetapi kebutuhan kalori, lemak, serat, protein tubuh itu tetap harus dipenuhi. Jangan sampai diet malah bikin lemes, lelah, gampang capek,” kata dr. Christopher saat ditemui MNC Portal di kawasan Menteng baru-baru ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa diet berlebih dan tidak dikonsultasikan ke dokter gizi bisa membuat tubuh menjadi tidak sehat. Sebab setiap orang punya persentase lemak, otot, dan kandungan air yang berbeda dalam tubuhnya.

“Karena setiap orang itu punya persentase lemak, otot, dan kandungan air yang berbeda. Supaya berat badan turunnya itu sehat, maka harus turunin kadar lemak dalam tubuh,” tuturnya.

Menurutnya, diet untuk menurunkan berat badan harus berfokus pada penurunan kadar lemak, bukan menurunkan kadar otot dan air dalam tubuh. Namun beberapa obat diet yang dijual di pasaran, sering kali membuat mudah buang air kecil dan diare.

Hal ini karena obat tersebut lebih cenderung mengeluarkan air dalam tubuh bukan lemaknya. Alhasil tubuh menjadi dehidrasi dan kehilangan banyak cairan dalam tubuh. Efek dari obat diet seperti inilah, yang menjadi sinyal yang bisa membahayakan tubuh.

“Bukan malah menurunkan otot dan airnya, karena banyak sekali obat-obat diet yang dijual di luar sana yang bikin pipis dan diare. Tapi yang keluar itu air bukan lemak,” jelas dr. Christopher.

Ia tak menampik, berat badan memang bisa turun usai mengonsumsi obat diet dengan efek tersebut. Akan tetapi jika terus dikonsumsi, maka bisa memicu gangguan ginjal yang serius.

“Benar bikin turun beratnya karena dehidrasi, air yang keluar. Ketika minum air putih lagi di kondisi kayak gitu, bikin masalah kondisi ginjal muncul,” tegasnya.

Oleh karenanya, dr. Christopher menyarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter gizi agar mengetahui program diet yang tepat beserta dengan jenis olahraga yang sesuai untuk tubuh.

“Makanya sebelum program diet baiknya dikonsultasikan ke dokter gizi, supaya bisa diberikan treatment yang pas untuk kebutuhan badan pasien,” tutup dr. Christopher

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement