Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angela Tanoesoedibjo: Kontribusi Perempuan pada Perekonomian Nasional Luar Biasa

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Selasa, 23 April 2024 |14:48 WIB
Angela Tanoesoedibjo: Kontribusi Perempuan pada Perekonomian Nasional Luar Biasa
Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Wahyudi Aulia Siregar/MPI)
A
A
A

PEREMPUAN Indonesia telah memberikan kontribusi luar biasa pada perekonomian nasional. Namun, kaum hawa tetap membutuhkan kesempatan yang lebih besar untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo saat membuka Seminar Hari Kartini di Kampus Politeknik Pariwisata Medan, Jalan Rumah Sakit Haji, Kelurahan Kenanga Baru, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (23/4/2024).

"Kalau kita lihat secara jujur, perempuan Indonesia sudah memberikan kontribusi yang luar biasa. Ini bukan hanya soal Kartini, tapi perempuan secara keseluruhan di Indonesia," kata Angela.

Angela mengungkapkan, salah satu peran perempuan dalam perekonomian di Indonesia terlihat dalam sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sampai saat ini masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

(Foto: Wahyudi Aulia Siregar/MPI)

Serapan UMKM terhadap tenaga kerja Indonesia saat ini lebih dari 97 persen. UMKM juga berkontribusi sebesar 61 persen terhadap Pendapat Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Dan 64 persen pemilik UMKM adalah perempuan. Jadi, bisa dibayangkan betapa peran perempuan begitu penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM juga menjadi penyelamat Indonesia saat krisis. Sehingga kalau diberikan peran yang lebih besar, perempuan akan menjadi semakin luar biasa kontribusinya kepada negara," ungkapnya.

Tak hanya di sektor UMKM saja. Perempuan juga sudah ikut berkontribusi sebagai pekerja profesional.

Namun menurut Angela yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif itu, kesenjangan peran perempuan di sektor profesional ini masih sangat tinggi.

Tahun 2020, hanya ada enam persen posisi CEO perusahaan besar yang diisi perempuan. Sementara untuk level managerial ada 33 persen. Sedangkan di sektor jasa termasuk pariwisata sedikit lebih tinggi di angka 37 persen.

"Tapi kalau bicara representasi ini belum merepresentasikan yang sesungguhnya, karena populasi perempuan di Indonesia sudah melebihi 49 persen," paparnya.

Kesenjangan yang dihadapi perempuan di sektor pekerja profesional bukan hanya untuk kedudukan di perusahaan, tapi juga gaji yang diterima.

Di tahun 2020 lalu kesenjangan gaji antara perempuan dan laki-laki mencapai rata-rata 20 persen.

"Kesenjangan gaji berdasarkan jenis kelamin tahun 2020 itu masih di angka rata-rata 20 persen. Ini yang kita sedang perjuangkan dan kami dari Kementerian Parekraf berkomitmen untuk memulai. Karena pekerja sektor parekraf di dominasi perempuan," tuntas Angela.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement