Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Efek Samping Anemia Aplastik di Kemasan Obat Sakit Kepala, Ini Klarifikasinya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 18 April 2024 |12:31 WIB
Viral Efek Samping Anemia Aplastik di Kemasan Obat Sakit Kepala, Ini Klarifikasinya
Penggunaan obat sakit kepala dalam jangka panjang sebabkan anemia aplastik. (Ilustrasi: Freepik.com)
A
A
A

TENGAH ramai di X soal obat Paramex mencantumkan efek samping anemia aplastik di kemasannya. PT Konimex pun angkat bicara meluruskan kabar ini.

Sekadar informasi, Anemia aplastik sendiri ramai di masyarakat setelah Artis Babe Cabita meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Karena beredarnya informasi tersebut, netizen banyak yang khawatir mengonsumsi Paramex.

"Kindly reminder untuk teman-teman semuanya, jangan terlalu sering konsumsi obat ini, ya (Paramex). Sender perhatiin ternyata keterangan efek sampingnya ditambahkan (dapat) berisiko anemia aplastik (yang mana sebelumnya tidak tercantum)," tulis akun X @tanyakanrl yang membagikan informasi ini.

"Kalau minum obat yang beredar di pasaran, mohon dibaca semua keterangannya untuk jaga-jaga, ya," tulis keterangan pengunggah cuitan.

Tertera di kemasan Paramex yang beredar saat ini bahwa efek samping dari obat tersebut antara lain penggunaan dosis besar dan jangka lama menyebabkan kerusakan hati, risiko anemia aplastik, dan diskrasia darah.

Obat sakit kepala

Sementara itu, keterangan efek samping di kemasan lama hanya mencantumkan efek samping obat adalah penggunaan dosis besar dan jangka lama menyebabkan kerusakan hati.

Informasi ini langsung direspons oleh PT Konimex selaku produsen obat Paramex. Apa keterangan resmi perusahaan obat tersebut?

Keterangan resmi PT Konimex menerangkan bahwa benar dilakukan penambahan keterangan mengenai efek samping pada produk Paramex yaitu anemia aplastik.

"Penambahan keterangan mengenai efek samping anemia aplastik adalah hasil dari proses registrasi obat dan telah sesuai ketentuan yang menyertai Nomor Izin Edar dari BPOM DTL 7813003810A1," terang Chief Executive Officer PT Konimex Rachmadi Joesoef dalam pernyataannya yang diterima MNC Portal, Kamis (18/4/2024).

Dia menambahkan bahwa Paramex juga sudah mencantumkan informasi aturan pakai, dosis yang sesuai dengan peraturan BPOM pada kemasan yaitu hanya untuk penggunaan sakit kepala dan sakit gigi yang tentunya diminum bila ada gejala tersebut dan bisa dihentikan setelah gejala hilang.

Dalam keterangan yang sama, Rachmadi Joesoef juga menegaskan bahwa pada monitoring efek samping obat yang dilakukan sejak produk dipasarkan, tidak pernah ditemukan keluhan terhadap efek samping tersebut.

"Jadi, produk Paramex yang telah diproduksi sejak 1976 dan diedarkan sesuai ketentuan BPOM aman dikonsumsi sesuai dosis anjuran," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement