Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Ibu Lasmi, Penjual Jamu Gedong yang Naik Kelas

Kemas Irawan Nurrachman , Jurnalis-Selasa, 26 Maret 2024 |15:15 WIB
Kisah Ibu Lasmi, Penjual Jamu Gedong yang Naik Kelas
Kisah Ibu Lasmi, Penjual Jamu Gendong yang Naik Kelas, (Foto: Kemas Irawan/okezone)
A
A
A

Lasmi tidak menyangka jika hidupnya kini bisa berubah. Berawal dari menjual dengan digendong, Lasmi kini bisa mendapatkan 'lapak' sendiri di sejumlah kementrian dan layanan kesehatan lainnya.

Saat ditemui Okezone, Lasmi berkisah bahwa dirinya mulai menjual jamu secara digendong saat usianya yang masih belia. Masa remajanya dihabiskan hanya untuk belajar membuat jamu dan bertahan hidup demi menghidupi keluarga.

Untuk melestarikan jamu miliknya, Lasmi mengaku selalu menggunakan bahan alami dan menjaga kualitasnya. Dimulai dengan usaha jamu gedong di Surabaya, hingga pada 1993 Lasmi memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

"Saya di umur 16 tahun itu merantau ke Surabaya, jualan jamu di sana secara digendong atau biasa disebut jamu gendong, namun belum bisa berhasil dan saya diajak kakak ke Jakarta," tuturnya.

Kisah Ibu Lasmi, Penjual Jamu Gedong yang Naik Kelas 

Di Ibu Kota, Laksmi terus menjajakan jamu secara gendong. Seiring dengan perkembangan zaman, pola penjualannya pun berubah dengan memanfaatkan sepeda.

Kesempatan Lasmi semakin terbuka lebar setelah menjuarai kontes pemilihan ratu jamu gendong yang diselenggarakan oleh sebuah produsen jamu. Saat itu, Lasmi menyabet gelar Juara Jamu Gendong Teladan.

Seakan kacang yang tidak kulitnya, semangat ingin maju Lasmi pun ditularkan kepada rekan profesi jamu gendong lainnya. Dia pun membentuk Paguyuban Jamu Gendong Lestari dan Lasmi menjadi Ketuanya.

"Di situ saya memberikan motivasi kepada ibu-ibu penjual jamu gendong lainnya. (Dengan berjualan gendong) hanya bisa membawa 10 botol, saya berikan kesempatan agar mereka bisa membuat jamu berjumlah ratusan hingga ribuanbotol. Tujuannya ibu-ibu jamu gendong ini bisa mewujudkan apa yang dicita-cita dan bisa menambah pendapatan lebih banyak lagi," tuturnya.

Tidak hanya itu, Lasmi pun bersyukur dengan pencapaian jamu yang kini sudah diakui dunia. Menurutnya, pengakuan tersebut sangat besar manfaatnya untuk semakin memperkenalkan jamu kepada semua kalangan.

Semangat membara Lasmi tidak melulu diberikan kepada kaum penjual jamu gendong, ia pun gencar untuk menularkan tekad pantang menyerahnya dengan menjadi sejumlah nara sumber di berbagai seminar.

Atas pencapaiannya, Lasmi pun mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Salah satu yang paling berkesan menurut Lasmi yakni mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan 2014-2019 Nila F Moeleok.

"Ibu meminum jamu yang saya buat langsung di stan, itu saya bangga sekali."

Berkat kerja kerasnya, jamu buatan Lasmi kini merambah ke sejumlah instansi pemerintah. Salah satunya Kementrian Kesehatan yang rutin menggelar minum jamu sebelum memulai aktivitas.

"Jamu saya sudah mendapat sertifikasi uji bukan BKO (Bukan Kimia Obat) dan itu akan saya lestarikan," tutupnya.

Lasmi mengaku, kesuksesan usaha jamu miliknya tidak lepas dari kemeitraan dengan Bank BRI. Wanita kelahiran 1970 itu terbantu pengembangan usahanya melalui pinjama Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank BRI.

"Awalnya mau pinjam di BRI itu takut. Akhirnya disarankan untuk mengikuti pelatihan, di sana saya mendapat kemampuan untuk meningkatkan jumlah kapasitas produksi dan mulai berani pinjam melalui KUR hingga saat ini," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, pada 2024 Bank BRI mendapat alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp165 triliun. Dana tersebut optimis tersalurkan semua sebelum masa tahun 2024.

Supari pun mempaparkan strategi bisnisnya. Salah satunya dengan percepatan graduasi atau upaya menaikkelaskan nasabah existing dan perluasan jangkauan penerimaan nasabah baru.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement