KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi adanya potensi peningkatan perputaran uang selama bulan Ramadhan tahun ini hingga 25 persen.
Giat ekonomi di berbagai sektor terkhusus pariwisata dan ekonomi kreatif memang terus bertumbuh sejalan berakhirnya pandemi Covid-19.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, hal tersebut terlihat jelas dari pergerakan jamaah di berbagai destinasi wisata halal, termasuk Masjid Istiqlal pada awal Ramadhan ini.
“Peningkatan ini ada pada konsumsi rumah tangga yang bertumbuh dengan sehat. Jadi kita juga mengonfirmasi dengan jumlah jamaah pada momen buka puasa ini juga kita melihat ada peningkatan pergerakan, ada giat ekonomi yang meningkat. Oleh karena itu, kita harus terus waspada agar bahan-bahan pokok tidak meningkat,” kata Sandi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Maret 2024.

Demi menguatkan pergerakan ekonomi selama Ramadhan, Sandi mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya memberikan pelatihan dan pendampingan pada UMKM lokal.
Tujuan dari program ini adalah untuk mengkurasi sekaligus mendorong pemasaran produk secara lebih luas. Sementara di sisi permodalan, Kemenparekraf memberikan bantuan-bantuan dan memfasilitasi sertifikasi halal kepada para pegiat UMKM.
“Tahun ini sudah tidak ada waktu yag panjang lagi makanya kami melakukan fasilitasi untuk melakukan sertifikasi halal yang harus kita rampungkan di bulan Oktober,” tambahnya.
Kemenparekraf juga tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menarik wisatawan asal Arab Saudi ke Indonesia. Pasalnya, ketersediaan kursi pesawat selepas jamaah Indonesia terbang Arab Saudi dilaporkan nyaris tak berpenumpang.
Padahal bila disiapkan paket-paket khusus, bukan tidak mungkin dapar menarik perhatian wisatawan Arab Saudi.
“Sedang kita bicarakan dengan stakeholder terkait, karena salah satu peluang yang selama ini belum terbuka adalah ketersediaan kursi saat jamaah Indonesia ke Arab Saudi tapi pesawat kembalinya itu kosong. Selain menimbulkan cost yang tinggi tetapi juga miss opportunity yaitu sebuah potensi yang hilang. padahal banyak sekali wisatawan dari Saudi itu keluar saat bulan haji. Jadi saat bulan haji ini justru mereka pergi ke Eropa, Amerika, dan Malaysia,” tuturnya.
Sejauh ini, Kemenparekraf sedang menyusun program dengan maskapai Garuda Indonesia dan Kementerian Agama, sehingga ketersediaan kursi kosong tersebut dapat terisi.
Kemenparekraf juga gencar mempromosikan produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di beberapa kegiatan seperti Arabian Travel Maret yang akan diselenggarakan Mei mendatang.
“Jadi kami sangat optimis akan ada peningkatan dan kembali ke angka sebelum (pandemi) Covid. Wisata yang paling diminati oleh wisatawan Arab Saudi ini adalah wisata alam. Kita sekarang punya destinasi super prioritas yang cuacanya sangat sejuk seperti Danau Toba, Borobudur, Bukit Menoreh juga banyak menarik perhatian wisatawan dari Arab Saudi. Ini yang akan kita pasarkan untuk wisatawan dari Timur Tengah terkhusus dari Arab Saudi,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.