PENGGUNAAN vape di kalangan anak muda tengah populer. Mulai dari kalangan remaja hingga dewasa penggunanya semakin banyak dengan sering ditemukan di tempat-tempat umum.
Meskipun sudah diketahui akan bahaya kesehatannya, namun tampaknya hal itu tidak cukup berpengaruh untuk menghentikan penggunanya dari kebiasaan menggunakan rokok elektrik atau vape.
Dokter sekaligus Healthy Educator, dr Nadia Alaydrus mengatakan vape bisa menimbulkan bahaya lebih parah dari rokok konvensional. Kondisi ini dibuktikan dengan adanya e-cigarette or vaping product use associated lungs injury (EVALI).
“Jadi ada kondisi yang disebut dengan EVALI dimana gejalanya itu adalah sesak nafas, batuk, nyeri dada, dan juga sakit kepala. Dalam studi terbaru yaitu The Journal of Nuclear Medicine mengungkapkan bahwa ternyata vape itu justru lebih berbahaya daripada rokok konvensional. Karena vape itu bisa menyebabkan radang paru-paru dan juga meningkatkan beberapa penyakit paru-paru,” kata dr Nadia, dikutip dari akun TikTok miliknya @nadialaydrus, Kamis (14/3/2024).

Bukan cuma itu, dr Nadia juga mengatakan ada suatu enzim bernama F-NOS yang akan diproduksi secara berlebihan sehingga berhubungan dengan penggunaan rokok elektrik maupun konvensional yang akan berhubungan dengan penyakit.
Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak negara yang mulai memberlakukan pelarangan penggunaan vape di negaranya seperti Singapura dan Thailand.
Di Singapura jika diketahui menggunakan vape maka bisa didenda sebesar 2000 dolar Singapura atau senilai dengan Rp22 juta. Sedangkan di Thailand bisa dikenakan denda sebesar 30 ribu bath atau senilai Rp13 juta.
“Jadi beberapa negara tersebut mereka tuh berfokus terhadap kesehatan warganya, tapi di Indonesia rokok elektrik atau vape ini justru dikasih red carpet nih. Jadi intinya rokok elektrik atau vape itu dia tuh berbahaya, karena mengandung karsinogen atau zat-zat yang bisa memicu terjadinya kanker,” ucap dr Nadia.
Lebih lanjut, meskipun vape memang tidak mengandung TAR tetapi dia akan menghasilkan uap aerosol yang mengandung zat-zat kimia dari cairan maupun tembakau yang dipanaskan. Untuk itu, dr Nadia menyebut kalau kondisi ini akan tetap berisiko baik pada perokok aktif maupun pasif.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.