Seiring waktu berjalan, Yuni mulai menambah aneka jualan di tokonya. Termasuk camilan untuk anak-anak karena peminatnya banyak.
“Pembeli suka bilang, jual kopi tidak ada temannya. Itulah yang membuat saya termotivasi menambahi variasi jualan,” kata Yuni yang membuka warungnya dari pukul 06.00 WIB.
Sejak ada tambahan barang dagangan, pedapatan Yuni mulai meningkat. Kalau pembelinya ramai, dia bisa mengantongi pendapatan lebih dari biasanya.
Selama menjalankan usaha, tidak jarang tetangga suka meminta bantuan Yuni untuk transfer uang. Kebetulan dia memiliki buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Melihat itu sebagai peluang, Yuni pun tertarik menjadi agen BRILink. Dia kemudian datang ke kantor BRI terdekat untuk menanyakan prosedur menjadi agen BRILink.
Gayung pun bersambung, Yuni mendapatkan kemudahan. Niatnya baru menanyakan dahulu, namun langsung diberi kemudahan menjadi agen BRILink saat itu juga.
“Alhamdulillah, rasanya seperti dirangkul. Prosesnya tidak susah jadi agen BRILink. Saya langsung ditawari dan dibantu prosesnya. Padahal, awalnya hanya tanya-tanya ke BRI. Saya pun bersemangat,” ucap Yuni mengenang momen itu, sekitar 2021 lalu.
Sementara untuk dokumentasi lainnya seperti surat keterangan usaha (SKU) dan NPWP, tinggal disusulkan. Untuk memudahkan orang cepat kenal, dia memberi nama usahanya Toko Yuni.
Sebelum mendapatkan mesin Electronic Data Center (EDC) BRI, Yuni menjalankan usaha BRILink dengan sistem mobile. Sehari setelah diproses, Yuni mendapatkan pelatihan singkat dari mantri BRI.

Yuni memperlihatkan mesin EDC BRI untuk layani transaksi konsumen. (Foto: Tuty Ocktaviany)
“Gampang dari HP juga. Tantangannya sebelum ada mesin EDC, cara membuat orang percaya. Saya harus jelaskan satu per satu ke nasabah. Mereka masih ada yang butuh lihat mesin geseknya. Padahal sama, saya tunjukkan model struknya. Setahun kemudian, saya diberi mesin EDC karena transaksinya terus bertambah,” kata Yuni.
Transaksi di Toko Yuni semakin bertambah setelah ada mesin EDC. Usaha warungnya dan masyarakat yang melakukan transaksi lewat BRILink miliknya terus bertambah.
“Kebanyakan orang transfer ke kampung. Kebanyakan ke Sumedang sama Cirebon,” katanya.
Sadar bahwa persaingan juga ada, Yuni tidak kehilangan cara agar konsumennya tetap loyal memanfaatkan jasa BRILink miliknya. Setiap tahun jelang Lebaran, dia memberikan tunjangan hari raya (THR).
“Tiap tahun saya kasih THR, entah kalender, minyak. Orang jadi tertarik. Itu sebagai bentuk terima kasih dan sedekah juga,” katanya.
Menurut Yuni, pelanggannya senang. “Yang tidak biasa belanja, jadi belanja,” ujarnya.