Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Program Floratama Learning Center, Sandiaga Soroti Tantangan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 06 Maret 2024 |12:50 WIB
Buka Program Floratama Learning Center, Sandiaga Soroti Tantangan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: dok. Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti berbagai peluang dan tantangan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia dari tahun ke tahun.

Dari peluang tersebut, terdapat tiga spirit yang perlu dibangun bersama para stakeholder di bidang kepariwisataan, yaitu produktivitas, inklusivitas, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Sandi secara daring saat membuka kegiatan Floratama Executive Learning Center hari pertama yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), di Zasgo Hotel, Labuan Bajo.

“Hari ini kita akan membuka program pelatihan eksekutif kepariwisataan daerah sebagai bagian dari program Floratama Learning Center BPOLBF dengan tujuan meningkatkan kompetensi pengelolaan pariwisata di daerah dengan nilai inovasi dan residensi pariwisata, serta orkestrasi dan sinergi pengelolaan destinasi,” kata Sandi.

“Semoga dengan adanya eksekutif training ini pengelolaan dan pengembangan kepariwisataan NTT dapat terintegrasi dan mendorong pengembangan kepariwisataan Indonesia,” sambungnya.

Hal senada juga turut diungkapkan Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dalam sambutannya.

Infografis Labuan Bajo

Ia mengungkapkan, bahwa sebagai salah satu provinsi dengan berbagai destinasi yang unik dan menarik, NTT perlu meningkatkan kapasitas pengelolaan manajemen kepariwisataan.

Hal tersebut tak lain agar dapat menghasilkan pariwisata yang lebih berkualitas, dan salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman dan juga pengetahuan SDM pengelola pariwisata.

“NTT menawarkan berbagai pilihan wisata menarik dan juga unik bagi wisatawan dan dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai satu dari 5 DPSP semakin meningkatkan citra pariwisata NTT di tingkat nasional maupun internasional,” kata Ayodhia.

“Dunia pariwisata terus berkembang dan semakin kompetitif, namun di sisi lain daya tarik destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan dan keunikannya saja tetapi juga manajemen pariwisata yang berkualitas,” lanjutnya.

Dirinya berharap, kegiatan Floratama Executive Learning Center yang diinisiasi Pemprov NTT bersama BPOLBF ini dapat semakin meningkatkan pemahaman. Kegiatan tersebut juga diharapkan bisa turut meningkatkan pengetahuan pentingnya kualitas SDM yang baik, sebagai pengelola pariwisata yang inovatif.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement