FASE menstruasi seringkali diasosiasikan dengan nyeri perut hingga pinggul yang terjadi pada wanita. Bahkan nyeri yang muncul saat menstruasi sering kali tak tertahankan sakitnya.
Hal ini tentunya bisa menghambat aktivitas para wanita yang mengalami nyeri menstruasi yang parah. Nyeri tersebut juga membuat tubuh merasa lemas dan tak sanggup beraktivitas berat.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekolog, dr. Keven Tali, SP.OG menjelaskan bahwa ambang nyeri atau batasan nyeri yang dimiliki setiap wanita tentunya berbeda-beda. Sehingga ada wanita yang batasan nyerinya rendah bisa langsung merasa kesakitan saat nyeri menstruasi tiba.
“Jadi kalau misalnya ambang nyeri tiap-tiap orang itu memang beda, ada yang dia ambang nyerinya lebih tinggi dan ada yang ambang nyerinya tuh rendah, sehingga baru sakit dikit dia langsung kesakitan,” kata dr. Keven dikutip dari podcast Moms Corner di kanal Youtube Nikita Willy, Senin (4/3/2024).

Namun, Anda harus waspada apabila nyeri menstruasinya sangat parah hingga membuat tubuh tidak bisa beraktivitas sama sekali. Terlebih jika rasa nyeri tersebut muncul dalam waktu yang cukup lama.
“Kalau misalnya memang mengganggu aktivitas, jadi aktivitas dia misalnya kerja kantoran atau lagi sekolah tapi dia enggak bisa masuk sekolah atau kerja gara-gara sakit banget selama seharian. Terus besoknya juga masih sakit nah itu yang nggak boleh gitu,” katanya.
Dokter Keven mengungkap bahwa menstruasi yang normal dan baik seharusnya tidak menimbulkan nyeri yang parah apalagi sampai menghambat aktivitas. Rasa nyeri yang timbul saat menstruasi memang wajar, tetapi normalnya nyeri tersebut hanya sebentar dan Anda tetap bisa beraktivitas.
“Tapi kalau misalnya dalam satu hari dia sakit pada saat menstruasi tapi masih bisa nih beraktivitas itu enggak apa-apa,” ujarnya.