SEBANYAK 3.500 ekor monyet menyerbu pusat Kota Lopburi, Thailand. Fenomena ini mengakibatkan kekacauan di wilayah tersebut. Para penduduk setempat terpaksa menutup rumah-rumah dan toko mereka.
Sementara para turis yang sedang asyik berlibur lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari 'invasi' hewan primata itu.
Sejumlah toko dan tempat usaha milik penduduk lokal mengalami kerusakan akibat amukan monyet.
Para investor terpaksa menghentikan investasi mereka di kota ini akibat situasi yang kian tidak stabil.
Turis diserang monyet (Foto: Reuters)
Selain itu, para pembeli hampir seluruhnya lenyap dari Kota Lopburi karena ketidaknyamanan yang dirasakan akibat serangan pasukan monyet tersebut.
Kota yang dulunya menjadi daya tarik wisatawan itu kini dipenuhi dengan ketegangan dan kekhawatiran.
Upaya penanganan dan pemulihan situasi sedang dilakukan oleh pihak berwenang setempat untuk mengembalikan ketertiban dan keamanan di kota tersebut.
Sekadar informasi, kota yang terletak di bagian tengah Thailand ini dulunya merupakan pusat wisata yang ramai dengan kunjungan wisatawan yang ingin melihat kera liar yang berkeliaran di sana.
Namun, situasi telah berubah drastis ketika ribuan monyet mengambil alih 'kekuasaan' di kota tersebut.
The Sun melaporkan, serangan pasukan primata ini telah menyebabkan kepanikan di antara penduduk setempat, dengan beberapa di antaranya memilih untuk melarikan diri dari kota tersebut.
Sementara itu, yang lain terpaksa membuat barikade di rumah mereka dalam upaya putus asa untuk melindungi diri dari monyet yang mengamuk.
Kuljira Taechawattanawanna, salah satu warga setempat berujar bahwa dirinya terpaksa menutup teras rumah agar tidak diserbu oleh massa monyet yang kelaparan. "Kami tinggal di dalam kandang tetapi monyet-monyet itu tinggal di luar," ujarnya putus asa.
Penduduk sempat mencoba mengusir monyet dengan memberi mereka makanan cepat saji, tetapi rencana tersebut malah membuat monyet semakin ganas.
Serangan monyet di Lopburi, Thailand (Foto: The Sun)
Seorang dokter hewan pemerintah, Supakarn Kaewchot mengatakan, monyet-monyet itu sudah terbiasa mendapat makanan dari turis, dan pemerintah kota tidak memberikan ruang bagi mereka untuk mengurus diri sendiri.
Dengan berkurangnya jumlah turis akibat pandemi, monyet-monyet tersebut menjadi lebih agresif dalam mencari makanan untuk bertahan hidup. Kondisi ini menyebabkan pasukan monyet tersebut menyerbu gedung-gedung dan memaksa penduduk setempat meninggalkan rumah mereka.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.