BILA Anda mengunjungi tempat perlindungan hewan seperti kebun binatang atau suaka margasatwa, kemungkinan besar Anda pernah melihat beberapa monyet dan babun dengan bokong merah.
Umumnya banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa primata ini memiliki bokong berwarna merah?
Mengutip Exploration Junkie, dalam hal komunikasi, primata memiliki cara yang unik untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri.
Uniknya, bokong merah merupakan metode komunikasi non-verbal yang efektif di antara hewan-hewan ini.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua babun memiliki bokong merah; hanya babun betina yang memiliki bokong merah.
(Foto: phoenixzoo.org)
Babun jantan memiliki bokong merah muda yang mungkin terlihat merah ketika diamati dari jauh, tetapi hanya betina yang menunjukkan warna merah yang sebenarnya.
Darah, air, dan cairan tubuh lainnya mengisi dan mengendap di bagian yang melebar pada jaringan vagina dan peri-uretra dari tubuh babun betina, terutama pada bagian ischial callosities (bantalan berdaging tanpa saraf yang melekat pada tulang pinggul).
Efek ini membuat alat kelamin eksternal dan internal membengkak, menciptakan edema (pembengkakan seksual) yang membuat bagian bawah (tempat alat kelamin berada) mengembang/membesar dan tampak berwarna merah.
Tujuan dari pembengkakan seksual dan penampilannya yang berwarna merah adalah sebagai isyarat non-verbal.
Taktik komunikasi ini memberitahu babon jantan bahwa babun betina yang menunjukkan karakteristik ini siap untuk kawin. Inilah alasan utama mengapa kemerahan dan pembengkakan disebut 'pembengkakan seksual'.
Perlu diketahui bahwa babun betina dengan pembengkakan yang lebih besar dan berwarna merah memiliki keberhasilan reproduksi yang lebih tinggi.
Oleh karenanya, hal ini membuat mereka lebih menarik sebagai kandidat kawin oleh pejantan karena mereka dianggap lebih subur dan sangat mungkin melahirkan keturunan yang sehat.
(Foto: Animalia)
Tidak semua primata selain babun yang memiliki bokong merah. Bokong merah lebih spesifik terkait dengan kelompok primata tertentu, terutama pada beberapa spesies babon, yaitu Mandrill, simpanse, monyet Jepang, monyet Rhesus, dan Yaki.
Sungguh mengagumkan betapa fitur tubuh yang menarik dan unik ini sangat penting bagi kehidupan dan kelangsungan hidup primata ini. Hal ini membuktikan tidak ada yang sia-sia dari ciptaan Tuhan yang maha sempurna.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.