SEORANG TikToker asal Singapura mendokumentasikan petualangan kulinernya di pasar malam Bangkok, Thailand pada 14 Januari 2024 lalu.
Rasa keingintahuannya terhdap serangga yang baru digoreng membuatnya harus dirawat di rumah sakit setelah memakan makanan ekstrem itu.
Pada video berdurasi 30 detik, Nicolette Wee dengan akun @nicolettecalliewe dengan antusias memamerkan belalang yang dibelinya.
"Sangat tebal, gemuk, dan berair. Ya ampun, renyah dan kakinya menjuntai keluar. Saya makan sampai shiok, legit," kata dia melansir The Thaiger.
Shiok merupakan istilah di Asia Tenggara untuk menggambarkan sesuatu yang sangat nikmat.

Tidak puas dengan pengalamannya makan serangga, turis Singapura ini kembali mengunjungi kios tersebut untuk membelinya lagi, kali ini ia memilih sekantong larva ulat sutera.
"Mengapa di dapur kantor saya tidak ada makanan ringan seperti ini?" Namun, tampaknya sistem pencernaannya tidak siap untuk makanan eksotis ini. Lalu, ia mengalami apa yang ia sebut sebagai culture shock.
Setelah itu, Wee menderita diare yang cukup parah, yang akhirnya membuatnya harus dirawat di rumah sakit di Bangkok.
Video TikTok wanita Singapura yang merekam cobaan berat ini telah ditonton lebih dari 290.000 kali, dan memicu berbagai komentar dari para netizen yang prihatin.
Beberapa di antaranya dengan cepat memperingatkan akan risiko kuliner seperti itu. "Jangan pernah makan serangga dan makanan laut mereka jika Anda sedang bepergian," kata salah satu pengguna.
"Ada protein dalam ulat sutra yang manusia tidak bisa cerna, kamu akan baik-baik saja jika hanya memakan belalang saja," sebut seorang netizen.

"Tidak dimasak dengan baik, tidak tahu memakannya. Beberapa serangga memiliki parasit," timpal lainnya.
Kisah peringatan ini mirip dengan kejadian serupa pada Agustus 2022, seorang warga Singapura mengalami keracunan makanan di Phuket, Thailand setelah mengonsumsi udang menari, demikian lapor Asia One.
(Rizka Diputra)