Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkaca Kasus Penusukan Politisi di Korsel, Apa Risiko Terburuk jika Leher Ditusuk atau Disayat Pisau?

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Kamis, 04 Januari 2024 |11:30 WIB
Berkaca Kasus Penusukan Politisi di Korsel, Apa Risiko Terburuk jika Leher Ditusuk atau Disayat Pisau?
Bahaya jika leher ditusuk pisau. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

BEBERAPA waktu lalu, politisi asal Korea Selatan bernama Lee Jae-Myung ditikam oleh seorang pria berusia 66 tahun di bagian lehernya. Hal tersebut membuat pria berusia 59 tahun itu dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Berkaca dari kondisi itu, apakah hal itu mematikan? Apa risiko terburuk yang akan terjadi jika bagian leher ditusuk atau disayat menggunakan pisau?

Dilansir dari laman National Library of Medicine, Kamis (4/1/2024). Hal itu akan membuat manajemen trauma pada bagian leher menjadi suatu tantangan, karena di dalam anatomi leher memiliki banyak struktur vital yang apabila tersayat, maka akan menimbulkan diagnostik dan terapeutik kegawatdaruratan.

Leher

Sebesar 10 persen kemungkinan tingkat kematian pada cedera leher akan terjadi, bahkan hingga menyebabkan kematian paling umum dari trauma leher yang menembus pembuluh darah. Area yang paling beresiko tinggi adalah bagian pangkal leher.

Karena bagian tersebut dianggap menjafi penyebab utama atau paling sering terjadi kematian yang tertunda. Sedangkan area yang berbahaya lainnya yang mengalami cedera dan berpotensi mematikan adalah zona satu yaitu meliputi pembuluh besar di leher, mediastinum, dan esofagus serviks serta toraks

Lebih lanjut, karena pada bagian leher juga berisikan banyak sistem organ, maka sebab inilah yang dapat membuat luka yang tampak tidak berbahaya memiliki potensi untuk menyebabkan cedera atau komplikasi yang mengancam jiwa secara langsung atau tertunda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement