MASYARAKAT dunia tengah dihebohkan dengan varian baru Covid-19 JN.1 yang tengah melonjak drastis di Singapura. Sebelumnya varian JN.1 ini juga sudah mulai menyebar di beberapa negara, yaitu Inggris, AS, Islandia, Spanyol, dan Portugal.
Terkait hal tersebut Dokter sekaligus Epidemiolog, dan juga Peneliti dari Universitas Griffith, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc, PH menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan menjaga imunitas tubuh.
Sebab imunitas tubuh yang melemah akan menyebabkan infeksi semakin parah bakan menyebabkan kematian.
“Ada beberapa hal yang harus diingat bahwa kekebalan itu sendiri kan menurun dan bertahan hingga bahkan rata-rata akan terus menurun. Akan tetapi hal itu dapat menyebabkan sebagian kelompok, khususnya kelompok rentan menjadi lebih berisiko,” kata dr Dicky kepada MNC Portal Indonesia, beberapa waktu lalu.

Menurutnya kelompok orang yang berisiko atau memiliki tingkat imunitas tubuh yang rendah akan mengalami gejala yang lebih spesifik ketimbang manusia pada umumnya.
“Walaupun saat ini kita melihatnya sebagian gejala pada lidah yang muncul disebut dengan Covid Tongue itu ada baal, atau membengkak pada lidah, perubahan warna, dan lain sebagainya ini adalah contoh bahwa kita harus bisa memprediksi, ketika seseorang yang rawan atau terganggu kekebalan tubuhnya, itu akan mengalami gejala yang lebih spesifik,” ucap dr Dicky.
Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk tetap tertip mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. khusunya bagi lansia, komorbid dan kelompok rentan lainnya.
“Rekomendasi saya adalah jangan sampai kita abai dalam konteks melindungi kelompok rawan. Jadi terutama untuk lansia yang aktif ini bicara proteksinya, dengan memakai masker, menjauhi aktivitas yang tidak perlu ditempat keramaian, termasuk melakukan vaksinasi booster itu juga menjadi tetap penting,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)