Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Anemia, Penyakit yang Dialami Hanung Bramantyo

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Minggu, 10 Desember 2023 |04:00 WIB
Mengenal Anemia, Penyakit yang Dialami Hanung Bramantyo
Mengenal penyakit anemia (Foto: Freepik.com)
A
A
A

ARTIS sekaligus sutradara Hanung Bramantyo mengalami anemia yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuhnya merosot.

Usut punya usut, anemia yang dialami Hanung Bramantyo yakni karena mengalami pendarahan selama dua minggu ketika buang air besar (BAB). Akibat pendarahan tersebut, dia lantas kerap mengalami gejala berupa kepala yang mendadak pusing.

“Dimulai dari mendadak pup saya pendarahan selama dua minggu. Setelah itu kepala mendadak pusing,” ujar Hanung, melalui Instagramnya, @hanungbramantyo, Minggu (10/12/2023).

Akibat pendarahan yang cukup lama tersebut, Hanung harus kehilangan banyak darah sehingga membuat kadar hemoglobin (Hb) tubuhnya menurun hingga di angka delapan dari kadar normal yakni 13-16.

Usai didiagnosis mengalami anemia, dia lantas langsung dirawat di rumah sakit dan harus menjalani tranfusi penambahan darah sebanyak tiga kantong.

“Ternyata kadar Hemoglobin (Hb) saya tembus angka delapan dari normal 13-16. Alhasil saya langsung masuk UGD. Tubuh saya langsung di gelontor tiga pack darah,” katanya.

Lantas, apa saja gejala umum pada anemia? Apakah hanya karena pendarahan saat BAB seperti yang dialami Hanung Bramantyo? Berikut ulasannya, dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada, Minggu (10/12/2023).

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin adalah protein di dalam sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke sel-sel di dalam tubuh.

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM, dr. Yasjudan Rastrama Putra, Sp.PD mengatakan bahwa anemia sering dikenal dengan gejala 5L: lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai.

“5L merupakan gejala yang sering dirasakan oleh penderita anemia. Selain 5 gejala tersebut, biasanya orang lain akan menyadari bahwa penderita anemia berwajah pucat,” kata dr. Yasjudan.

Dokter Yasjudan menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab anemia. Penyebab anemia antara lain adalah kurang zat besi, kurang asam folat, hemoglobin hilang dengan cepat, penyerapan zat besi dan asam folat terganggu, serta gangguan sumsum tulang belakang.

“Setiap penyebab memiliki penanganan yang berbeda sehingga perlu pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebab anemia seseorang,” tutur dr. Yasjudan.

Menurut penjelasan dr. Yasjudan, anemia berbeda dengan darah rendah. Darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang ada di bawah standar. Sedangkan anemia adalah kondisi rendahnya kadar hemoglobin di dalam darah.

Ada beberapa kondisi pendarahan terjadi di bagian tubuh tertentu seperti mimisan dan keluarnya darah saat BAB (Buang Air Besar). Kondisi tersebut memiliki potensi sebagai penyebab seseorang kekurangan hemoglobin, tetapi belum tentu semua kondisi pendarahan akan berakibat pada anemia.

“Seseorang perlu segera memeriksakan dirinya ke dokter apabila merasakan gejala 5L. Kadar hemoglobin akan diukur melalui tes laboratorium,” tuturnya.

Standar hemoglobin normal pada pria adalah 13, wanita 12, dan wanita hamil 11. Jika kadar hemoglobin masih berada di antara 9-10, pengobatan yang dilakukan adalah penambahan suplemen.

“Tetapi jika turunnya kadar hemoglobin mencapai 5-7, penambahan darah harus dilakukan,” kata dr. Yasjudan

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement