Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siti Atikoh Ganjar: Budaya Anti Korupsi Bisa Diajarkan pada Anak Sejak 4 Tahun

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Sabtu, 09 Desember 2023 |20:30 WIB
Siti Atikoh Ganjar: Budaya Anti Korupsi Bisa Diajarkan pada Anak Sejak 4 Tahun
Siti Atikoh Ganjar, (Foto: MPI/Devi Ari)
A
A
A

SITI Atikoh menyampaikan betapa pentingnya memupuk budaya anti korupsi sejak anak usia dini. Istri dari calon presiden 2024 Ganjar Pranowo ini menegaskan, ujung tombak budaya anti korupsi ada pada keluarga.

Maka budaya dan pemahaman anti korupsi ini bisa diajarkan sejak anak usia 4 tahun oleh para anggota keluarga,

 BACA JUGA:

"Karena di keluarga lah mulai ditanamkan pendidikan moral, pendidikan budi pekerti, pendidikan keagamaan,” kata Siti Atikoh dalam acara Sarasehan Ibu Bersama Rakyat: Memperingati Hari Antikorupsi, di Pullman Hotel, Jakarta, Sabtu (9/12/2023)

“Itu menjadi benteng yang dalam melakukan apapun ada konsekuensi baik konsekuensi secara pribadi maupun konsekuensi kepada yang Maha Kuasa,” sambungnya.

 BACA JUGA:

Mengenalkan korupsi pada anak tidak langsung tentang mengambil uang seperti yang dilakukan orang biasa pada umumnya. Orangtua bisa mengenalkan budaya anti korupsi pada anak dengan mengenalkan hak dan kewajiban.

"Yang paling efektif untuk ditanamkan umur 4 sampai 9 tahun, anak itu mulai dikenalkan hak dan kewajibannya. Kemudian apa yang menjadi konsekuensi dari setiap perbuatannya," jelas Siti Atikoh lagi.

Ia pun mencontohkan hal yang sering terjadi di kalangan orangtua dan anak-anak masa kini. Kebanyakan orangtua memanjakan anak dengan mengerjakan tugas-tugas sekolah sang anak. Padahal, tugas sekolah merupakan kewajiban si anak.

"Secara tidak sadar itu sedang memapar mengkontaminasikan anak budaya koruptif. Kalau itu tugas anak, ya anak yang mengerjakan, bukan kita (orangtua)," kata Siti Atikoh.

"Kalau mereka tidak mengerjakan, mereka mendapat hukuman dari sekolah. Ya enggak apa-apa karena mereka bersalah. Jadi anak tahu kalau saya tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, ada feedback ke saya," lanjutnya.

Siti Atikoh pun berpesan agar orangtua mengenalkan hak dan kewajiban anak di tempat umum. Misalnya, bangku prioritas di transportasi umum. Ketika masih anak-anak, bangku tersebut boleh saja diduduki oleh si anak. Namun, ketika tumbuh remaja dan dewasa, bangku prioritas bukan lagi untuknya.

Ada pun contoh lainnya yakni mengajarkan anak untuk tepat waktu. Siti Atikoh menyebutkan, orang yang terlambat merupakan tindakan melakukan korupsi, yakni korupsi waktu.

Semua hal di atas telah Siti Atikoh ajarkan dan biasakan pada putra kesayangannya, Alam Ganjar. Dirinya mengaku jika pembelajaran tersebut bukan hal yang mudah untuk anak-anak.

Namun bukan berarti disepelekan begitu saja, supaya lebih mudah mengajarkan budaya anti korupsi, Siti Atikoh menyarankan untuk memberi contoh terlebih dahulu.

"Dengan diri kita memberi contoh pada anak, perlahan memberikan edukasi pada anak," tutup Atikoh singkat.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement