Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perawat Onkologi Dibutuhkan untuk Bantu Beri Edukasi Pasien Kanker

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2023 |12:45 WIB
Perawat Onkologi Dibutuhkan untuk Bantu Beri Edukasi Pasien Kanker
Pasien kanker (Foto: Medical design)
A
A
A

DIREKTUR Utama Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais dr Soeko Werdi Nindito D., MARS mengatakan, perawat spesialis onkologi dibutuhkan salah satunya guna membantu memberikan edukasi pada pasien kanker terkait penyakitnya.

"Bagaimana bisa mengedukasi pasien supaya bisa paham penyakitnya. Kanker itu paling rumit, mulai dari diagnostik sampai ke tatalaksana itu membuat pasien dobel-dobel stres," kata dia dalam sesi inspirasional keperawatan onkologi bertajuk "Oncology Nursing in Indonesia: How It Is Evolving and What Does The Future Hold?".

 kanker

Dikutip dari Antara, di sisi lain, perawat juga berperan melakukan penilaian terkait kondisi fisik dan psikologis pasien, kemudian merencanakan keperawatan hingga berkolaborasi dengan profesi-profesi kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan keperawatan.

 BACA JUGA:

Ini, sambung dr Soeko, karena merekalah yang sering bertemu pasien dan melihat perkembangan pasien setiap saat. Kemudian, terkait kebutuhan jumlah perawat spesialis onkologi, Soeko mengatakan bahwa umumnya dibutuhkan satu perawat untuk 20 - 30 pasien.

Tak hanya soal edukasi penyakit, dalam acara yang sama, Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia DR. Kemala Rita W.,SKp.,Sp.,Kep.,ETN.,MARS mengatakan perawat juga memiliki peranan memberikan pemahaman pada pasien terkait terapi yang harus dia jalani semisal kemoterapi, persiapan hingga prosesnya.

"Belum lagi pasien cemas. Misalnya pasien didiagnosis kanker payudara stadium tiga, itu sudah dunia rasanya mau runtuh. Setelah itu dikemoterapi, dia semakin down," kata dia.

Peran lainnya yang juga diemban perawat yakni memberikan asuhan penatalaksanaan psikologis dan perawatan luka kanker. Menurut Rita, sebanyak 20 persen pasien yang berobat memiliki luka kanker yang berbau sehingga perawatan luka diperlukan untuk menghilangkan bau dan memperbaiki harga diri pasien.

 BACA JUGA:

"Harga diri pasien jadi lebih baik, tidak berdarah, tidak ada bau, itu masalah utama pasien kanker yang membuat dia minder, isolasi sosial. Luka paling banyak itu luka kanker payudara," jelas Rita.

Sementara itu, demi menguatkan kompetensi tenaga perawat onkologi, sejumlah pihak yakni Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) dan Roche Indonesia sejak tahun 2021 melakukan kemitraan.

Merujuk data pada Agustus lalu, kemitraan ini menghasilkan 125 perawat besertifikat keperawatan onkologi dasar dan 25 pelatih besertifikat ToT Basic Oncology Nursing Training, serta 56 orang perawat penerima beasiswa spesialis keperawatan onkologi.

Kemitraan tersebut lalu diperluas dengan melibatkan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada untuk membuka program studi spesialis keperawatan onkologi di UGM pada tahun depan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement