DEMAM berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat.n Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan dari awal 2023 sampai dengan minggu ke-33 tahun ini, terdapat 57.884 kasus dengue atau 21,06 kasus per 100.000 penduduk dengan kematian sebanyak 422 kematian.
Kasus Dengue/DBD terlaporkan dari 462 Kab/Kota di 34 Provinsi, sedangkan kematian akibat dengue terjadi di 177 Kab/Kota di 32 Provinsi. Melihat kasus penyakit DBD yang cukup tinggi, tentunya pemerintah melakukan beberapa cara untuk menurunkan angka kasus tersebut.
Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyebarkan nyamuk aedes aegypti berwolbachia. Wolbachia adalah bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk. Bakteri Wolbachia ini kemudian disuntikkan ke telur nyamuk yang nantinya akan berkembang biak menjadi nyamuk Wolbachia.
Penyebaran nyamuk wolbachia sudah diimplementasi di lima kota, yakni Kupang, Semarang, Bontang, Bandung dan Jakarta. Lantas apakah tetap perlu vaksin dengue meski sudah ada program penyebaran nyamuk wolbachia?
Pengajar dan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof dr Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D mengatakan efektivitas nyamuk wolbachia tidak di semua daerah. Hanya bekerja efektif di wilayah yang kejadian denguenya tinggi dan populasi penduduknya padat.