HINGGA kini Israel terus melancarkan serangan ke Gaza, Palestina. Akibatnya banyak warga meninggal dunia, listrik mati, pasokan air bersih pun menipis.
Hal itu menyebabkan penyebaran wabah penyakit di daerah Gaza. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penyakit menular yang muncul seperti diare dan cacar air.

Hal ini lantaran air bersih dan sanitasi lingkungan yang tidak layak. Selain itu, pengeboman yang terus-menerus yang menggunakan bahan berbahaya dapat menyebabkan saluran pernapasan hingga iritasi terhadap kulit.
BACA JUGA:
Menurut data dari WHO, ini lima penyakit menular yang merajalela di Gaza sejak serangan Israel ke Palestina dimulai pada pertengahan Oktober 2023.
1. Diare
Lebih dari 33.551 kasus diare telah dilaporkan dan setidaknya setengahnya terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun, menurut WHO. Sebagai perbandingan, pada tahun 2021 dan 2022 terdapat rata-rata 2.000 kasus per bulan pada anak balita. Minum air yang terkontaminasi adalah salah satu penyebab utama diare.
2. Infeksi saluran pernapasan atas
Sebanyak 54.866 kasus telah tercatat sejauh ini. Hal ini terutama mempengaruhi pernapasan dengan gejala seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. Penyakit pernapasan sudah menjadi penyebab kematian keenam paling umum di Jalur Gaza sebelum pecahnya perang bulan lalu.
BACA JUGA:
3. Ruam kulit
Sebanyak 12.635 kasus telah terjadi. Bakteri dan virus dapat membuat bagian kulit menjadi merah, meradang, dan gatal. Ruam kulit dan kudis adalah beberapa tanda pertama kurangnya pasokan air untuk kebersihan yang baik.
Selain itu, Israel dikabarkan melakukan penyerangan menggunakan bom yang mengandung fosfor putih. Kandungan fosfor putih ini juga mampu membuat iritasi kulit.