Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta-Fakta Menarik Pesa'an, Baju Adat Madura yang Dikenakan Mahfud MD

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Senin, 06 November 2023 |21:01 WIB
Fakta-Fakta Menarik Pesa'an, Baju Adat Madura yang Dikenakan Mahfud MD
Mahfud MD gunakan pesa'an yang merupakan baju adat Madura. (Foto: Twitter)
A
A
A

CALON Wakil Presiden (Cawapres), Prof. Mahfud MD, merupakan putra kelahiran Pulau Madura asli. Pulau Madura memiliki berbagai kekayaan adat, termasuk juga baju adat yang menjadi ciri khas, yakni Pesa’an.

Momen ini terjadi pada perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia, di 2020. Potret perayaan itu bahkan dia abadikan ke akun platform X (dulunya Twitter) miliknya. Baju adat khas Madura ini biasa dikenakan pada dalam acara-acara penting, namun dulunya orang Madura mengenakan pesa’an sebagai busana sehari-hari.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pesa’an, ini bahasannya.

Serba Longgar

Ukuran pesa’an serba longgar dan tidak pas di badan. Ukuran pinggang dan pipa celananya lebar, mirip seperti sarung jika dibentangkan. Panjangnya pun sampai menyentuh mata kaki.

Yang menjadi ciri khas dari celana gomboran ada pada kelimannya yang memiliki lebar kurang lebih 15 cm. Bentuk celana tersebut seperti celana panjang biasa tetapi tidak memakai kolor. Untuk pelengkap pada bagian kepala ada odheng santapan atau odheng tapoghan. Ikat kepala tersebut berbahan kain batik biasa.

Mahfud MD

Kemudian di bagian pinggang ada ikat pinggang dan sarong bahan. Ikat pinggang terbuat dari kulit sapi, warnanya cokelat atau hitam dan motifnya polos. DI bagian depannya terdapat kantung untuk menyimpan uang.

Cara Pakai Pesa’an

Cara pemakaiannya adalah dimulai dengan memakai celana gomboran. Setelah kedua kaki masuk ke celana, bagian atas celana dilipat ke kiri dan ke kanan, setelah itu dilipat ke arah perut dan digulung dari atas persis seperti memakai sarung, sampai panjang celana menjadi 3/4. Lalu bisa memakai ikat pinggang sebagai penguat celana.

Kemudian untuk bagian atas, awali dengan memakai kaus corak merah putih terlebih dahulu. Setelah itu baru kenakan baju pesa'an. Kemudian lengkapi penampilan dengan mengenakan odheng santapan atau odheng tapoghan di kepala.

Pakaian adat Pulau Madura ini sangat praktis bila dilihat dari bentuknya yang serba sederhana, bebas dan mudah dikenakan. Selain praktis, baju ini juga memiliki nilai estetis.

Apabila dilihat dari kombinasi warnanya, warna merah-putih pada kausnya kontras dengan warna baju pesa'an yang serba hitam. Baju adat ini merupakan cerminan dari nilai budaya lokal Madura.

Filosofi Pesa’an

Kaos corak merah putih mengandung arti manusia yang berasal dari Bopo-Biyung atau bapak-ibu. Warna merah dan putih dengan garis horizontal yang tebal juga melambangkan kegagahan, dari kegigihan jiwa, dalam berjuang melawan musuh maupun mencari nafkah.

Warna pesa’an yang hitam mempunyai arti simbolis sebagai sesuatu yang murni. Teori ini berarti dalam segala tindakan orang Madura tidak pernah ragu-ragu, menunjukkan mereka memiliki ketegasan hidup dan apa yang diperbuat sudah diperhitungkan secara matang.

Itulah segelintir fakta dan informasi tentang baju pesa’an khas Madura yang sempat dikenakan oleh Mahfud MD. Ternyata baju ini memiliki filosofi mendalam.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement