PERKEMBANGAN cacar monyet di Indonesia terus menuai sorotan masyarakat. Hingga 31 Oktober 2023 tercatat sudah ada 27 kasus cacar monyet di Indonesia.
Sekadar informasi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti nama monkeypox menjadi mpox. Diharapkan, Kementerian Kesehatan juga mengubah nama cacar monyet, untuk menghilangkan stigma dan juga karena banyak kasus termasuk di Indonesia, penyakit tersebut bukanlah tertular dari monyet.
Terkait dengan penemuan 24 kasus mpox di Indonesia, berdasarkan publikasi WHO 20 Oktober 2023 menyebutkan bahwa di dunia sudah ada 91.123 kasus mpox. Sebagian besar (81,9 persen) ada di 10 negara dengan kasus terbesar, tertinggi di Amerika Serikat (30.636 ribu kasus).
Sementara di urutan ke 10 adalah Tiongkok (satu-satunya negara Asia dengan 10 kasus terbanyak dunia) dengan 1.799 kasus. 24 kasus mpox di Indonesia didominasi oleh laki-laki, sementara data WHO menyebutkan bahwa 96 persen kasus dunia adalah laki-laki.
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, di dunia umur rata-rata kasus (median) adalah 34 tahun, lebih dari 80 persen penularan terjadi melalui hubungan sex, serta 52,7 persen kasus adalah mereka dengan HIV (+).
"Dari lebih 90 ribu kasus dunia sejauh ini maka tercatat 153 kematian, yang artinya angka kematian (“case fatality rate”) jauh di bawah 1 persen," tutur Prof Tjandra, dalam siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (31/10/2023).
"Kita tahu bahwa kematian akibat virus cacar monyet galur atau clade II yang sekarang banyak ditemui memang rendah, tetapi kematian akibat clade 1 lebih tinggi. Akan baik kalau kita diinformasikan tentang galur atau clade apa yang ditemui pada kasus-kasus negara kita sekarang ini," tuturnya.
Mulai juga ada pertanyaan tentang kasus mpox pada anak, yang sejauh ini belum ada informasinya di Indonesia. Data dunia menunjukkan bahwa hanya 1,3 persen kasus mpox yang usianya di bawah 18 tahun, dan dari 335 data yang ada maka ada satu anak yang meninggal dunia serta 14 persen masuk dirawat di RS.
Saat ini Kementerian Kesehatan mulai memberikan vaksin cacar monyet, dan akan baik kalau jenis vaksin yang diberikan juga diinformasikan luas. Secara umum di dunia setidaknya ada dua jenis vaksin cacar monyet.
"Pertama adalah PEPV (post exposure prevention vaccine) yang diberikan pada mereka yang diduga tertular atau kontak erat, dan jenis ke dua adalah PPV (primary prevention vaccine) yang di berikan pada kelompok risiko tinggi," kata dr. Tjandra.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.