BENCANA kelaparan melanda warga Papua Pegunungan tepatnya di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo. Setidaknya terdapat 20 orang lebih di Papua Pegunungan meninggal dunia atas dampak yang ditimbulkan.
Terkait hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun tidak mau tinggal diam, mereka ikut membantu mendistribusikan bantuan dengan berupa 20 ton beras, 10 ribu paket makanan siap saji, perlengkapan penunjang, dan anggaran operasional Rp1 miliar.
Berkaca dari kejadian bencana tersebut, apa dampak bencana kelaparan dari segi kesehatan?
Menurut laman Concern Worldwide, Senin (30/10/2023) bencana kelaparan memiliki dampak yang sangat besar pada masyarakat, khususnya anak-anak. Risikonya juga lebih tinggi akan terasa bagi orang dewasa jika memiliki penyakit kronis atau penyakit penyerta.

Namun, secara umum kasus kelaparan dan malnutrisi pada orang dewasa mengikuti proses yang sama dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Dampak fisik dari kelaparan pada orang dewasa adalah pada tubuh jelas akan mengalami penurunan berat badan karena berkurangnya massa lemak dan otot.
Ini adalah gejala utama malnutrisi, yang mana hal itu juga mempengaruhi fungsi otot dan organ. Orang yang kekurangan gizi atau tidak makan secara keseluruhan akan merasa lebih lemah, lebih lelah, dan mengalami sensasi seperti sakit kepala ringan, dan pusing.
Kelaparan juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat seseorang rentan terkena penyakit lebih mudah. Inilah saah satu alasan mengapa bencana kelaparan bisa sangat mematikan, karena ini bukan tentang kelaparan saja, tetapi juga mengenai prevalensi penyakit.
Sedangkan pada kalangan anak-anak dampak yang mungkin akan terasa adalah terhadap tumbuh kembang anak, karena hal itu berpengaruh terhadap kinerjanya di sekolah. Salah satu alasan anak sulit berkonsentrasi di sekolah adalah karena merasa lapar.
Selain itu, anak juga akan mengalami stunting, wasting, atau masalah kesehatan lainnya yang disebabkan kekurangan nutrisi yang tepat dan cenderung mengembangkan keterampilan kognitif yang lebih rendah.
Bahkan dalam beberapa kasus mereka bisa mengalami putus sekolah karena masalah kesehatan kronis yang disebabkan oleh tubuh mereka yang tidak berkembang dengan baik dalam beberapa tahun pertama yang kritis tersebut.
Ketika kelaparan mencapai tingkat krisis di suatu wilayah atau negara, maka sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatasi keadaan darurat sering kali melampaui kemampuan infrastruktur negara tersebut, hal ini terjadi terutama pada sistem kesehatan.
Sehingga bisa dikatakan kasus bencana kelaparan dapat memecah keluarga dan komunitas, karena seluruh keluarga akan pindah dan hidup dalam kondisi yang sulit.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.