PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) terus mengikuti perkembangan negara-negara yang dianggap tidak aman untuk dikunjungi dan mengklasifikasinya dalam hal keamanan khusus untuk diperhatikan bagi pelancong negara itu.
Oleh karenanya, terdapat 21 destinasi atau sekitar 10 persen yang dimasukkan dalam daftar 'jangan bepergian' dengan berbagai alasan, mulai dari konflik global hingga bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.
Melansir dari Best Life dan sumber lainnya, berikut 10 negara dianggap tidak aman untuk dikunjungi menurut Departemen Luar Negeri AS berikut alasannya.
1. Afghanistan
Merupakan negara yang terletak di Asia Selatan dan Tengah, dan berbatasan dengan Pakistan, Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Tiongkok. Namun, keberadaan konflik, kerusuhan, kejahatan, terorisme, dan penculikan membuatnya tidak disarankan sebagai destinasi wisata.
Meskipun demikian, Afghanistan kuat akan sejarah dan kebudayaan, dengan beragam kelompok etnis dan bahasa, termasuk Bahasa Dari dan Bahasa Pashto sebagai bahasa resmi, serta penggunaan Bahasa Inggris dalam beberapa situasi.
2. Belarus
Belarus adalah negara di Eropa Timur dengan ibu kota Minsk, yang berbatasan dengan Rusia, Ukraina, Polandia, Latvia, dan Lithuania.
Negara ini terkenal karena kontroversi politik, termasuk pemilihan presiden kontroversial tahun 2020 dan protes yang timbul sebagai respons.
Kota Minsk, Belarus (Foto: IG/@visitbelarus)
Karena itu, pemerintah mengingatkan agar para wisatawan tidak bepergian ke Belarus karena berbagai alasan, seperti campur tangan dalam konflik Rusia-Ukraina, penumpukan pasukan militer Rusia di Belarus, penegakan hukum yang sewenang-wenang, potensi kerusuhan sipil, risiko penahanan, dan keterbatasan bantuan dari Kedutaan Besar AS bagi warga AS di Belarus.
3. Meksiko
Meksiko, dengan ibu kota Mexico City, adalah negara di Amerika Utara yang berbatasan dengan Amerika Serikat, Belize, Guatemala, dan memiliki perbatasan maritim dengan Kuba di Teluk Meksiko.
Negara ini memiliki sejarah panjang, keanekaragaman geografi, kuliner khas, dan menggunakan Bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi.
Meskipun menjadi tujuan wisata populer seperti Cancun atau Cabo, Meksiko menghadapi tantangan keamanan, terutama terkait dengan kejahatan narkotika dan konflik antara kartel narkoba.
Bahkan, beberapa wilayah di Meksiko, seperti Colima, Guerrero, Michoacán, Sinaloa, Tamaulipas, dan Zacatecas, memiliki tingkat risiko tinggi dan perlu diwaspadai dalam tingkat kejahatan dan penculikan.
Personel militer Korea Utara (Foto: IG/@stevens12766)
4. Korea Utara
Korea Utara atau Republik Rakyat Demokratik Korea, dengan ibu kota Pyongyang, adalah negara yang terletak di Semenanjung Korea di Asia Timur, dan berbatasan dengan Korea Selatan, Tiongkok, dan Rusia.
Negara ini sangat tertutup, dan memiliki sistem pemerintahan otoriter, dan program senjata nuklir, serta ketegangan hubungan internasional, terutama dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Karena itu, bepergian ke Korea Utara tidak dianjurkan oleh pemerintah AS karena risiko penangkapan dan penahanan yang berlanjut terhadap warga negeri Paman Sam.
5. Rusia
Merupakan negara terluas di dunia dengan Moskow sebagai ibu kotanya, yang berbatasan dengan banyak negara salah satunya Norwegia dan Finlandia di bagian barat laut.
Negara ini terdiri dari beragam kelompok etnis dengan Bahasa Rusia sebagai bahasa resmi dan mayoritas penduduk setempat menganut agama Ortodoks Rusia. Tak hanya itu, Rusia memiliki sejarah politik yang berubah-ubah, termasuk era Kekaisaran Rusia, Revolusi Bolshevik, dan pembubaran Uni Soviet.
Saat ini, Rusia masuk dalam wilayah yang tidak aman dikunjungi dan berada di level 4, karena faktor keamanan dan hak asasi manusia, termasuk invasi di Ukraina, pelecehan terhadap warga AS oleh pejabat Rusia, dan penegakan hukum yang sewenang-wenang.
6. Palestina
Palestina khususnya Gaza, terletak di wilayah yang dekat pesisir Timur Laut Laut Tengah dan berbatasan dengan Israel di sebelah utara dan timur, serta dengan Mesir di sebelah selatan.

Puing bangunan di Kota Gaza, Palestina (Foto: Reuters)
Gaza juga termasuk wilayah yang padat, sehingga menjadi pusat perhatian internasional karena konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel. Karena itu, para wisatawan dilarang untuk mengunjungi Gaza karena perang antara organisasi teroris Hamas dan Israel.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan untuk pertimbangkan kembali perjalanan ke Israel, karena terorisme dan kerusuhan sipil. Bahkan, kekerasan dapat terjadi di Israel dan Tepi Barat dan Gaza tanpa peringatan. Serta, telah terjadi peningkatan demonstrasi di seluruh Israel.
7. Haiti
Haiti adalah negara di Karibia dengan ibu kota Port-au-Prince, yang berbatasan dengan Republik Dominika di sebelah timur. Negara ini memiliki sejarah dan sebagai salah satu negara kedua yang merdeka di benua Amerika setelah Amerika Serikat.
Namun, Haiti menghadapi tantangan berat seperti konflik, krisis ekonomi, bencana alam, dan kemiskinan.
Serta, kondisi keamanan di Haiti kurang stabil, dengan meningkatnya risiko penculikan dan kejahatan kekerasan. Bahkan, Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Kedutaan Besar AS di Port-au-Prince pada bulan lalu.
Kota Teheran, Iran (Foto: IG/@tehrancity021)
8. Iran
Iran adalah negara di Asia Barat Daya dengan ibu kota Teheran, yang berbatasan dengan berbagai negara dan memiliki garis pantai di Teluk Persia dan Laut Oman.
Negara ini memiliki sejarah yang kuat dan kebudayaan, dengan mayoritas penduduknya beragama Islam syiah. Iran dikenal karena isu-isu nuklir, konflik internasional, dan masalah hak asasi manusia
Sehingga wisatawan terutama warga negara AS, umumnya mengalami risiko penculikan dan penangkapan, karena itu perjalanan ke Iran saat ini tidak disarankan oleh pemerintah AS.
9. Irak
Irak adalah negara di Timur Tengah dengan ibu kota Baghdad, yang berbatasan dengan beberapa negara dan mengalami ketidakstabilan.
Negara ini memiliki sejarah dan budaya yang kompleks, tetapi situasi keamanan yang belum stabil telah membuatnya dianggap tidak aman oleh pemerintah AS. Bahkan, Irak telah mengalami berbagai peristiwa penting dalam sejarahnya, termasuk invasi AS tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein dan periode ketegangan, serta konflik etnis.
10. Lebanon
Lebanon terletak di wilayah Levant di Timur Tengah. Ibu kotanya adalah Beirut dan berbatasan dengan Suriah di sebelah utara dan timur, serta Israel di sebelah selatan. Di sebelah barat, Lebanon memiliki garis pantai di Laut Tengah.

Setelah perang Israel-Hamas pecah, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menaikkan status keamanan Lebanon dari Level 3 menjadi 4, karena situasi keamanan yang tidak dapat diprediksi terkait pertukaran roket, rudal, dan amunisi antara Israel dan Hizbullah atau kelompok-kelompok militan lainnya.
Selain itu, Lebanon memiliki sejarah dan warisan budaya yang beragam, dan terdiri dari berbagai kelompok etnis dan agama. Serta, bahasa resmi Lebanon adalah Bahasa Arab, namun ada juga yang menggunakan Bahasa Prancis.
Dalam daftar negara dianggap tidak aman dikunjungi yang dirilis Departemen Luar Negeri AS, tidak ada nama Indonesia.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.