Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Donor Darah Apheresis, Apa Bedanya dengan Donor Darah Biasa?

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 25 Oktober 2023 |19:11 WIB
Mengenal Donor Darah Apheresis, Apa Bedanya dengan Donor Darah Biasa?
Podcast Aksi Nyata.
A
A
A

DONOR darah merupakan kegiatan memberikan darah untuk kemudian digunakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Donor darah pun ada beberapa macam, salah satunya donor darah apheresis yang hanya membutuhkan beberapa komponen darah seperti plasma darah, sel darah putih, dan trombosit.

Head of Communications and Informastion Division of Yayasan Laskar Aferesis, Mila Rahmania menjelaskan setetes darah yang diberikan ternyata sangat berarti bagi yang membutuhkan. Bahkan sebanyak apapun uang yang dimiliki, menurut Mila tidak ada yang bisa menggantikan darah.

“Kita diberikan darah dari Tuhan secara gratis, kenapa gak kita bantu,” ucap Mila, dikutip dalam YouTube Podcast Aksi Nyata.

Tidak hanya itu, menurut Mila kegiatan donor darah apheresis ini juga dapat membantu kita lebih aware terhadap kesehatan. Karena, sebelum melakukan donor darah apheresis biasanya akan dilakukan pengecekan screening kesehatan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan proses donor.

Akan tetapi, proses donornya pun terbilang berbeda dari kegiatan donor yang biasa dilakukan. Pada donor darah apheresis menggunakan mesin, yang mana hasilnya akhirnya berupa trombosit.

“Jadi pendonor nanti akan dihubungkan dengan needle, dan darah akan mengalir ke mesin. Kemudian di spin sama mesinnya, lalu nanti dipisahkan komponennya, karena komponen itu berat massa nya berbeda-beda,” ucap Mila.

Sehingga biasanya untuk di satu rumah sakit mmebutuhkan sekitar 400 kantong selama satu bulannya, yang setiap kantong itu akan diberikan kepada pasien-pasien kanker. Walaupun sebetulnya tidak menutup kemungkinan juga untuk pasien lainnya memerlukan darah tersebut.

Untuk itu Mila mengajak kepada masyarakat khususnya pada kalangan muda untuk tidak takut melakukan donor darah. Karena saat ini sudah tidak bisa hanya mengandalkan kaum yang sudah tidak lagi muda.

“Nah yang muda ini kan rentang waktunya masih lama gitu ya, ya slelau kami tanamkan adalah yang muda berani donor kemudian berani donor itu baik, sakit dikit gapapa lah,” tutur Mila.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement