Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mana yang Lebih Baik, Anak Menggambar Digital, Manual atau di Dinding?

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 23 Oktober 2023 |15:15 WIB
Mana yang Lebih Baik, Anak Menggambar Digital, Manual atau di Dinding?
Anak Menggambar di Tembok. (Foto: Freepik)
A
A
A

ANAK-ANAK memang memiliki rasa penasaran yang tinggi dan suka bereksperimen. Mereka pun akan melakukan yang ada di otaknya tanpa pikir panjang, bahkan tidak jarang di sembarang tempat.

Salah satunya adalah menggambar atau menulis, meskipun sudah disediakan tempat tapi tidak jarang mereka tetap menggambar ataupun menulis di dinding. Lantas, bagaimana reaksi orang tua terhadap perilaku anak ini?

Wahyu Aditya, animator Indonesia yang juga pendiri HelloMotion Academy, meminta orang tua tidak langsung ngomel ketika mendapati anaknya melakukan kegiatan mencore-coret tersebut. Menurutnya, orang tua bisa membantu anak yang ingin menggambar sebagai bentuk ekspresi.

“Beri mereka ruang untuk berekspresi, jangan mengomel saat mereka mencoret-coret di dinding, atau mengarahkan mereka ke alat gambar murah seperti kertas dan alat gambar yang sudah ada seperti krayon dan spidol,” kata Wahyu Aditya yang akrab disapa Wadit seperti dilansir dari Antara.

Sebagai penggerak animasi dan kreativitas di Indonesia, Wadit meyakini bahwa setiap imajinasi merupakan sebuah ide yang harus dikembangkan dengan kreativitas hingga akhirnya menjadi kenyataan. Saat anak berusia 2-3 tahun, anak sering kali mengekspresikan dirinya dengan menggambar atau melukis.

Menurut Wahyu, hal tersebut mengacu pada asal muasal nenek moyang yang berkomunikasi melalui gambar. Oleh karena itu, menggambar dapat menjadi salah satu bentuk ekspresi diri, dan tugas orang tua adalah membangun kembali seni dalam diri anak.

Wahyu juga menyarankan untuk membiarkan anak-anak mengeksplorasi desainnya dan tidak selalu mengarahkan mereka untuk mengikuti kelas dan menjadi seniman.

Selain itu, dunia teknologi yang berkembang saat ini juga menjadi peluang bagi para orang tua untuk menghadirkan karya seni melalui media digital. “Karena saling melengkapi dan keluarannya berbeda, maka sebaiknya menggunakan cara manual, tradisional, dan digital,” kata Wahyu.

Melalui festival menggambar, Wahyu mengapresiasi keberanian peserta SD dalam menuangkan ide cerita melalui gambar dan berani memadukan warna. Ia pun bangga karena banyak anak Indonesia yang bisa mengekspresikan kreativitas dan visualisasinya yang indah, mulai dari mewarnai hingga berimajinasi, yang menurutnya mandul.

“Festival Menggambar Nasional 2023 dapat mendorong kreativitas dan menjadi wadah imajinasi anak-anak. Dapat menginspirasi anak-anak untuk mempelajari hal-hal baru atau berpikir out of the box,” kata Wahyu.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement