Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Singapura Masuk Zona Biru Dunia, Ini 5 Rahasianya

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2023 |23:00 WIB
Singapura Masuk Zona Biru Dunia, Ini 5 Rahasianya
Rahasia panjang umur Singapura (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SINGAPURA menjadi negara keenam yang masuk dalam zona biru. Istilah zona biru ini diberikan kepada negara-negara yang memiliki tingkat penyakit kronis lebih rendah dan harapan hidup yang lebih panjang.

Sebelum Singapura, ada lima negara lain yang dapat julukan zona biru dunia yakni Sardinia di Italia, Okinawa di Jepang, Loma Linda di California, Semenanjung Nicoya di Kosta Rika, dan Ikaria di Yunani.

Kelima negara tersebut berkembang secara organik melalui tradisi dan praktik selama bertahun-tahun untuk menciptakan negara yang lebih sehat.

Namun Singapura berbeda. Buettner, American National Geographic Fellow sekaligus penulis buku menggambarkan singapura sebagai negara manufaktur yang berhasil membuat negaranya masuk ke dalam zona biru.

Dengan status tersebut, angka harapan hidup di Singapura saat ini mencapai 80,7 tahun untuk laki-laki dan 85,2 tahun untuk perempuan, berdasarkan data terbaru pemerintah pada tahun 2022.

Rahasia panjang umur Singapura

Sebaliknya, rata-rata harapan hidup di negara tersebut hanya 65 tahun pada tahun 1960, berdasarkan data dari Bank Dunia. Hal ini tentu dapat dicontoh oleh masyarakat Indonesia.

Mengutip dari New York Post, Kamis (19/10/2023) berikut ini kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menciptakan zona biru di Singapura.

1. Hidup di lingkungan yang aman

Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk memiliki hidup sehat dan bahagia yakni memilih lingkungan kota tempat tinggal yang aman, seperti lingkungan yang terang dan bebas dari graffiti atau coretan. Selain itu Buettner juga menyarankan kita untuk mengenal tetangga di tempat tinggal. Setidaknya kita mengenal tetangga yang tinggal di kanan dan kiri rumah kita.

2. Ketahui nilai diri

Langkah kedua yang harus diperhatikan yakni Buettner merekomendasikan untuk mencari tahu apa yang penting bagi diri sendiri. Langkah ini merupakan upaya untuk dan menyesuaikan gaya hidup yang tepat.

Misalnya, seseorang yang cenderung 'family oriented' harus tinggal dekat dengan keluarga mereka. Contoh lainnya, seseorang yang senang bekerja dengan praktik di lapangan sebaiknya tidak mengambil pekerjaan kantoran.

3. Temukan komunitas untuk bersosialisasi

Buettner menyarankan,bergabunglah dalam komunitas. Misalnya bergabung di gereja atau organisasi keagamaan lainnya, menonton pertandingan olahraga bersama teman, atau menghabiskan waktu bersama keluarga untuk merasa “lebih aman".

4. Miliki asuransi kesehatan

Mendapatkan asuransi kesehatan yang baik dapat menghilangkan salah satu penyebab stres utama dalam hidup. Sebab kita sudah tahu sudah mendapat dukungan jika sakit sehingga tidak perlu memikirkan pengeluaran yang terkadang bikin dompet menipis.

Dengan demikian, tentu hidup jadi lebih bahagia. Kebahagiaan ini kunci dari tubuh yang sehat.

5. Keamanan keuangan

Memiliki keamanan finansial juga penting untuk kehidupan. Dengan kondisi keuangan yang mencukupi tentu kehidupan semakin mudah untuk dijalani. Untuk itu, kita harus menghasilkan uang sebanyak yang kita bisa.

Di samping lima poin di atas, Buettner juga mencatat bahwa masyarakat Singapura juga lebih memilih berjalan kaki dan naik transportasi umum daripada mengemudi, memprioritaskan pola makan sehat, dan menghabiskan waktu dan uang untuk merawat orang lanjut usia.

Warga Singapura juga mendapat keringanan pajak jika orangtua mereka yang lanjut usia tinggal bersama atau dekat dengan mereka.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement