MENGIDOLAKAN seseorang adalah suatu hal yang wajar. Namun mengidolakan seseorang sampai harus membenci orang lain adalah hal yang berbahaya dan sudah termasuk dalam masalah gangguan mental. Ini tentu sangat berbahaya.
Sebagai contoh, baru-baru ini salah satu akun Tiktok @wonhaefoods membuat konten tentang membicarakan idol Kpop, suka dan tidak suka terhadap member NCT.
Salah satu perempuan yang membuat konten dalam video tersebut menyatakan jika dirinya tidak menyukai Huang Renjun, salah satu member NCT.
“Gue enggak suka Renjun. Biasa aja. Walaupun dia mau sama gua, gua juga enggak mau,” tutur perempuan dalam video tersebut dikutip dari X @kecambahjelly.
BACA JUGA:
Ucapan tersebut langsung menyulut emosi para Nctzen (nama penggemar NCT). Tidak sedikit yang menuliskan komentar jahat terhadap pembuat konten tersebut.
“EWW SOK CANTIK BGTT,” tulis @luv***.
“wkwkwk ngaca dulu goblok lu siapa,” tulis @noh***.
“Mohon maaf gue harus ngetik ini, tapi mbak jilbab item lu najis buangettt kek apa ya anjir lu pede bener. Renjun juga kaga mau ama elu siti,” tulis @jen***.
Menurut dr. Ryu Hasan, Sp.BS, ahli bedah syaraf atau neuroscientist, keadaan ini disebut sebagai parasocial relationship.
Mengutip dari YouTube InsideOutBrain, Parasocial relationship atau hubungan parasosial adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan hubungan satu sisi antara pengguna media (penggemar) dan idolanya seperti selebritas, influencer di media sosial, TV, dan lain sebagainya.
Hubungan tersebut menjadi berbahaya jika akhirnya berubah menjadi parasocial relationship disorder. Parasocial relationship disorder adalah kondisi di mana seorang penggemar sudah merasa memiliki ikatan emosional secara berlebihan kepada idolanya.
Salah satu ikatan emosional yakni ketika membela idola dengan menulis komentar buruk untuk orang lain yang tidak sependapat dengannya. Seperti kejadian yang dijelaskan di atas.
BACA JUGA:
“Saya mengidolakan queen OK tapi kalau ada orang menjelekkan queen aku marah. Aku mengalami disorder,” ucap dr. Ryu Hasan, Sp.BS.
Tentu keadaan tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus disembuhkan. Untuk itu, berikut ini rangkuman informasi terkait tanda dan cara mengakhiri parasosial relationship disorder.
Tanda mengalami parasosial relationship disorder
Mengutip dari insider, tanda utama yang harus diperhatikan adalah tingkat keterlibatan emosional.
Misalnya, jika merasa bangga dengan mereka ketika mereka berhasil dan kesal ketika seseorang menyakiti mereka, itu menunjukkan hubungan parasosial. Sedangkan jika tidak merasa sangat terpengaruh oleh apa yang terjadi pada mereka berarti seseorang tersebut benar-benar hanya penggemar.
Tanda-tanda kunci lain dari hubungan parasosial termasuk:
1. Tertarik dengan kehidupan seorang selebriti, dan ingin membaca artikel tentang mereka.
2. Mendukung hal-hal baik yang terjadi pada selebriti.
3. Mengagumi selebriti dan ingin mengembangkan lebih banyak atribut positif mereka.
4. Membayangkan bertemu selebriti dan melakukan percakapan dengan mereka di mana Anda menerima saran mereka.
5. Rasanya seperti selebriti menemanimu.
6. Menulis surat atau buku harian yang ditujukan pada selebriti.
7. Jika tidak melihat selebriti di berita atau di TV untuk sementara waktu, seseorang langsung merindukan mereka.